Pranala.co, BONTANG – Setiap siang, ratusan ompreng berisi nasi, lauk, dan sayur tiba di sekolah-sekolah Bontang. Anak-anak berbaris, menunggu jatah makan siang dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Bagi mereka, piring sederhana itu bukan sekadar makanan. Itu adalah energi untuk belajar. Semangat untuk bertahan di kelas hingga jam terakhir. Tapi di balik senyum anak-anak yang menyantapnya, ada cerita lain yang jarang terdengar. Cerita soal keterbatasan anggaran.
Surya Dwi Saputra, Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Bontang, membuka hitungannya. Dari Rp15 ribu anggaran per porsi, hanya Rp10 ribu yang benar-benar untuk bahan makanan.
Sisanya? Untuk listrik. Untuk gaji juru masak. Untuk air.
“Dengan angka segitu, pilihan menu jadi terbatas. Sebagian besar tenaga masak juga ibu rumah tangga. Semangat mereka luar biasa, tapi kreativitas mengolah menu belum maksimal,” kata Surya, Kamis (25/9/2025).
Maka jadilah menu berulang. Tahu. Tempe. Sayur yang sama. Anak-anak pun mulai hafal. Ada yang bosan. Ada yang diam saja.
Keterbatasan dana bukan satu-satunya kendala. Kualitas bahan pun sering jadi sorotan.
Buah yang cepat rusak. Sayur yang layu. Pernah juga ada laporan lauk yang basi. Surya tak menutup mata. “Bahan segar memang mudah rusak kalau tersimpan bersama lauk panas,” ujarnya.
Solusi yang disiapkan: sistem masak dua shift. Harapannya, makanan tetap segar ketika sampai di sekolah.
Meski banyak catatan, evaluasi tetap jalan. Surya memastikan, lima dapur MBG di Bontang akan ditinjau menyeluruh.
“Kalau tidak ada perbaikan signifikan, bisa jadi kami rombak sistem atau SDM di dapur,” tegasnya.
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, ikut menambahkan. Ia tahu, lidah anak-anak butuh variasi. “Kalau lauknya ganti-ganti, anak-anak pasti lebih semangat makan,” katanya.
Program MBG sejatinya bukan hanya soal mengenyangkan perut. Tapi tentang masa depan. Tentang membentuk generasi sehat sejak dini.
Dan di balik setiap piring nasi Rp10 ribu itu, ada taruhan besar: bagaimana menjaga gizi seimbang, meski dengan segala keterbatasan. (FR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami

















