Debat Pilkada Bontang Resmi Ditunda!

Erwin (kiri) dan Nirmalasari saat jumpa pers bersama awak media, Sabtu (31/10).

PRANALA.CO, Bontang – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bontang, Kalimantan Timur memutuskan menunda pelaksanaan debat publik calon wali kota dan wakil wali kota yang rencananya akan digelar, di Hotel Grand Mutiara, Bontang, Sabtu (31/10) malam ini.

Musababnya, ada protes masyarakat dan salah satu tim pemenang paslon dengan alasan pemilihan moderator dan lembaga penyiaran merupakan kader partai yang mendukung salah satu paslon.

Ketua KPU Bontang Erwin mengatakan, dalam penunjukan moderator dan lembaga penyiaran oleh KPU Bontang tidak menyalahi aturan apapun. Kata dia, pemilihan moderator saudari Nirmala Sari, eks caleg Partai Hanura itu kebetulan sudah tidak aktif lagi dari kepengurusan partai.

“Jadi sebenarnya enggak ada masalah dengan moderator. Sedangkan perusahaan pers yang menjadi lembaga penyiaran, kan itu direkturnya dan saya cek sudah tidak aktif, seharusnya tidak jadi permasalahan,” urai Erwin dalam konferensi persnya, Sabtu (31/10).

Waktu capres kemarin pun, lanjut Erwin, banyak lembaga penyiaran yang dipimpin anggota partai politik dalam Pilpres. Bahkan ikut mengkampanyekan salah satu capres. Mereka tetap siarkan debat, dan itu tidak jadi masalah.

Atas gejolak yang terjadi ini, KPU pun akhirnya memutuskan menunda debat publik sampai waktu yang tak ditentukan. “Demi menjaga kondusifitas Pilkada Bontang, saya pikir lebih baik ditunda, walaupun penundaan ini akan berdampak pada jadwal dan mekanisme yang telah disusun,” ujarnya.

Erwin bilang penunjukkan Nirmalasari berdasarkan kompetensi dimilikinya. dia dianggap mumpuni karena pernah menjadi jurnalis di tiga media, yakni MNC, SCTV dan Kompas TV Kaltim. Penunjukannya pun berdasarkan rekomendasi dari sesama jurnalis, saat KPU Bontang kehabisan opsi (pilihan) moderator.

“Nirmala Sari sebenarnya opsi terakhir. Tapi kami liat dia punya kompetensi, makanya kami tunjuk. Kan sudah mengundurkan diri (dari partai), jadi syaratnya sudah terpenuhi semua,” katanya.

Terpisah, Direktur Publik Khatulistiwa Televisi (PKTv), Teguh Suharjono membenarkan pernah terlibat sebagai kader partai politik. Saat itu, ia berniat maju di Pemilihan Legislatif 2019.

Namun, urung maju. Ada pertimbangan tertentu sehingga menyampaikan pengunduran diri. Kendati tidak mengetahui mekanisme pengunduran diri di internal partai, ia hanya menyampaikan hal tersebut secara lisan.

Hingga kini, ia mengaku belum menerima jawaban atas pengunduran dirinya tersebut. “Kalau dibilang tercatat iya masih. Karena hanya disampaikan secara lisan,” katanya.

Sebagai personal dia akui ada rekam jejak terlibat dalam aktivitas parpol. Tapi dalam kerja sama penyiaran ini, media tetap bersikap netral dan dapat terus berjalan. PKTv pun kata dia, juga bersikap berimbang kepada masing-masing paslon.

“Mungkin bisa dilihat dari konten-konten yang PKTv sajikan,” sebut Teguh.

Selain itu, Nirmala Sari yang ditunjuk sebagai moderator, mengakui tidak masalah jika diganti, demi menjaga situasi politik tetap kondusif di Bontang. Namun mantan wartawan Kompas TV dan MNC Grup itu mengakui sudah tidak aktif dari kegiatan Partai Hanura sejak April lalu.

“Selesai mengikuti caleg di Samarinda pada 2019 lalu, saya sudah tidak aktif lagi di partai, dan sekarang memang lebih sering mengisi acara sebagai moderator,” ungkap Nirmala.

Diketahui surat pengunduran diri Nirmala Sari dari Partai Hanura baru keluar pada 27 Oktober lalu, sejak ia mengajukan pada April lalu. Dan itu sebelum saya ditunjuk sebagai moderator debat publik KPU Bontang. Namun ia memastikan ditunjuknya ia sebagai moderator sesudah ia menerima surat pengunduran diri.

“Lagian sebagai moderator pastinya saya akan bekerja profesional, dan kredibel, dan tidak akan menguntungkan paslon manapun,” pungkasnya.

 

 

[js]

More Stories
Bila Wabah Covid-19 sampai Ramadan, Ini Panduan Kemenag