Pranala.co, BONTANG – Tragedi kebakaran di Jakarta yang merenggut 22 nyawa menjadi alarm keras. Bahaya kebakaran bisa datang kapan saja. Dampaknya bisa fatal jika gedung tidak siap.
Peristiwa itu menjadi perhatian serius Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Bontang. Langkah cepat pun dilakukan. Damkartan memetakan kesiapan fasilitas keamanan kebakaran di berbagai gedung dan perkantoran.
Masih banyak kantor di Bontang yang belum memenuhi standar keselamatan kebakaran. Padahal, gedung perkantoran merupakan lokasi dengan aktivitas tinggi. Risiko saat keadaan darurat pun besar.
Kepala Damkartan Bontang, Amiluddin, mengatakan pemetaan dilakukan melalui inspeksi rutin. Sasarannya luas. Mulai dari kantor pemerintahan, perkantoran swasta, BUMN, hingga pusat perbelanjaan.
Tujuannya satu. Memastikan kesiapan sarana dan prasarana keselamatan jika kebakaran terjadi.
“Masih ditemukan sejumlah kekurangan di beberapa perkantoran,” ujar Amiluddin, Jumat (12/12/2025).
Ia mengimbau organisasi perangkat daerah maupun pemilik gedung agar segera melengkapi fasilitas keamanan sesuai standar pemadam kebakaran.
Meski begitu, tidak semua temuan bernada negatif. Amiluddin menyebut sebagian besar gedung sudah memiliki jalur evakuasi. Titik kumpul juga relatif memadai.
Namun, persoalan lain masih sering muncul. Terutama pada fasilitas pendukung.
Rumah hidran dan sistem alarm peringatan dini menjadi kekurangan yang paling banyak ditemukan. Padahal, dua fasilitas ini sangat krusial saat kebakaran.
“Hal-hal yang terlihat sepele justru sangat vital,” tegas Amiluddin.
Menurutnya, hidran dan alarm berfungsi memberi waktu. Waktu untuk menyelamatkan diri. Waktu untuk menekan risiko korban jiwa dan kerugian.
Selain inspeksi, Damkartan Bontang juga aktif melakukan penyuluhan. Edukasi keselamatan kebakaran diberikan kepada pengelola gedung dan karyawan.
Tujuannya membangun kesadaran bersama. Bahwa keselamatan bukan hanya tanggung jawab petugas pemadam. Tetapi juga pengelola dan pengguna gedung.
Amiluddin menegaskan, inspeksi dan edukasi akan terus digencarkan. Upaya ini menjadi bagian dari membangun budaya sadar keselamatan di Kota Bontang.
“Dengan kesiapsiagaan gedung yang lebih baik, dampak kebakaran bisa ditekan semaksimal mungkin,” pungkasnya. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

















