Pranala.co, BONTANG – Suara azan yang biasa terdengar dari corong Masjid Baiturrahim, Tanjung Laut Indah, kini berpindah ke Tanah Suci.
Muhammad Ridwan, marbot masjid sederhana, akhirnya bisa menunaikan ibadah umrah lewat program umrah gratis dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Ridwan dikenal sehari-hari sebagai penjaga masjid. Ia merawat, membersihkan, sekaligus mengumandangkan azan untuk warga sekitar. Kesetiaan itulah yang kini berbuah kesempatan emas: menjejakkan kaki di Makkah dan Madinah.
“Alhamdulillah, kondisi seluruh jamaah baik. Saat ini kami bersiap menuju Madinah. Tidak ada kendala, semuanya aman,” kata Ridwan saat dihubungi Pranala.co, Senin (15/9/2025).
Ridwan menggambarkan pengalaman pertamanya di Tanah Suci seperti mimpi yang jadi kenyataan. Hotel tempatnya menginap hanya berjarak dua kilometer dari Masjidil Haram. Setiap langkah terasa ringan karena dekat dengan Baitullah.
Bahkan soal makanan, ia merasa nyaman. “Makanannya sesuai lidah orang Indonesia. Pelayannya juga banyak orang Indonesia, jadi terasa akrab,” ujarnya.
Namun, semua kenyamanan itu kalah dibanding momen pertama kali ia melihat Ka’bah.
Ridwan tak kuasa menahan haru. Air matanya pecah saat memandang Ka’bah. Ia menyaksikan lautan manusia yang tiada henti berdatangan, dari segala penjuru dunia, berdesakan namun penuh semangat ibadah.
“Kesan pertama melihat Ka’bah membuat saya terharu. Semangat orang beribadah begitu luar biasa. Saya menangis di depan Ka’bah, memanjatkan doa terbaik di tempat paling mulia,” ungkapnya dengan suara bergetar.
Bagi Ridwan, umrah ini bukan sekadar perjalanan fisik. Ia menyebutnya sebagai perjalanan batin untuk lebih dekat kepada Allah.
Program umrah gratis dari Pemprov Kaltim baginya bukan hanya hadiah, melainkan bentuk penghargaan atas pengabdian para marbot yang dengan tulus menjaga rumah Allah di kampung halaman. (FR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami


















