Pranala.co, BONTANG – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali menjadi perhatian serius di Kota Bontang. Pemerintah kota tak ingin ada korban jiwa hanya karena terlambat ditangani.
Dinas Kesehatan (Diskes) Bontang kini mewajibkan seluruh fasilitas kesehatan, mulai puskesmas hingga rumah sakit, melakukan pemeriksaan darah dini atau dengue combo test bagi pasien yang mengalami demam lebih dari dua hari.
“Gejala DBD sering mengecoh. Banyak yang mengira hanya demam biasa, padahal sebenarnya sudah DBD. Karena itu, kami ingin semua rumah sakit dan puskesmas punya persepsi yang sama agar pasien bisa segera ditolong,” tegas Kepala Diskes Bontang, Bahtiar Mabe, Selasa (16/9/2025).
Selain memperkuat layanan kesehatan, upaya pencegahan juga digencarkan. Petugas melakukan fogging fokus di wilayah rawan, membagikan bubuk abate lewat kader kesehatan, hingga memperbarui peta persebaran kasus.
“Peta ini nantinya akan kami sandingkan dengan data penyebaran nyamuk Wolbachia, untuk melihat sejauh mana efektivitas pengendalian vektor,” tambah Bahtiar.
Pemerintah Kota Bontang sendiri masih menunggu hasil kajian epidemiologi. Hasil itu akan menentukan apakah lonjakan kasus masuk kategori Kejadian Luar Biasa (KLB).
Jika status ditetapkan, langkah penanggulangan akan lebih masif, mulai investigasi lapangan, pelaporan ketat, hingga pemberdayaan masyarakat secara langsung.
Namun, Bahtiar mengingatkan, sebesar apa pun upaya pemerintah tak akan berarti tanpa dukungan warga. Masyarakat diminta aktif menjaga lingkungan melalui program Jumat Bersih dan pola hidup sehat.
Cara sederhana seperti menguras bak mandi, menutup wadah air, hingga mendaur ulang barang bekas bisa menekan perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti—penyebab utama DBD.
“DBD bisa dicegah kalau kita semua disiplin menjaga kebersihan. Program bersih-bersih terbukti mampu mengurangi kasus. Jadi mari kita jadikan pola hidup bersih sebagai kebiasaan sehari-hari,” jelas Kepala Diskes Bontang, Bahtiar Mabe. (FR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami














