• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Rabu, April 1, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Kaltim
    • Bontang
    • Samarinda
    • Balikpapan
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Islampedia
  • Visual
    • Infografis
    • Video
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Kaltim
    • Bontang
    • Samarinda
    • Balikpapan
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Islampedia
  • Visual
    • Infografis
    • Video
  • Kolom
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Ragam

Bukit Kelam; Wisata Alam Eksotis di Kalimantan, Simpan Misteri Orang Sakti hingga Meteor

Suriadi Said by Suriadi Said
2 Januari 2022 | 11:26
Reading Time: 3 mins read
0
Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

PEMBACA Pranala.co Pernah mendengar tumbuhan bernama Kantong Semar? Banyak yang belum tahu kalau salah satu jenis dari tanaman karnivora itu merupakan tumbuhan endemik di Bukit Kelam, Kalimantan Barat.

Mirip dengan Uluru di Australia, Bukit Kelam merupakan formasi batu monolit di tengah Kecamatan Kelam Permai, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.

PILIHAN REDAKSI

Fenomena Pink Moon Hiasi Langit Indonesia 1–2 April 2026, Begini Cara Melihatnya

Fenomena Pink Moon Hiasi Langit Indonesia 1–2 April 2026, Begini Cara Melihatnya

1 April 2026 | 00:10
Jelajah “Amazon”-nya Indonesia di Kalimantan

Jelajah “Amazon”-nya Indonesia di Kalimantan

21 Mei 2022 | 19:44

Tingginya sekitar 1.002 meter, yang merupakan formasi batu monolit terbesar dan tertinggi di Indonesia dan juga salah satu yang terbesar dan tertinggi di dunia.

Karena keanekaragaman hayatinya, pemerintah akhirnya menata kawasan tersebut sebagai Taman Wisata Alam (TWA) Bukit Kelam. Masyarakat sekitar biasa menyebutnya Bukit Raya.

Bukit Kelam berada di antara dua sungai besar, yaitu Sungai Melawi dan Sungai Kapuas. Pendakian ke puncak Bukit Kelam berdurasi sekitar 4-5 jam untuk naik dan 3-4 jam untuk turun.

Sekira tahun 1980-an, ahli botani asal Jerman menjadi orang pertama yang mendaki bukit ini. Nama Bukit Kelam memang telah lama mashyur di kalangan peneliti botani. Pasalnya, bukit batu ini menjadi rumah bagi 14 spesies Kantong Semar yang berbeda, salah satunya yang endemik dan terancam punah adalah jenis Nepenthes Clipeata.

Sangat sulit menjangkau tumbuhan Kantong Semar yang hidup di sini, karena mereka biasanya berada di sisi tebing vertikal pada ketinggian antara 500 dan 800 meter.

B2B2842F D436 4ECC BEAC AF9C61970315
Pendaki hendak menuju Bukit Kelam, Kalbar.

Selain Kantong Semar, Bukit Kelam juga menjadi hunian bagi tanaman Anggrek Hitam, beruang madu, trenggiling, sampai burung walet.

Tentu saja ada cerita rakyat yang menyelimuti eksistensi Bukit Kelam, sama seperti yang terjadi pada Gunung Tangkuban Perahu di Jawa Barat.

Mengutip dari situs resmi Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, konon katanya Bukit Kelam merupakan sebongkah batu yang dipikul oleh seorang sakti bernama Bujang Beji dari daerah Kapuas Hulu untuk membendung Sungai Melawi.

Itu dilakukan karena dirinya iri dengan seorang sakti lain bernama Temenggung Marubai. Temenggung Marubai menguasai Sungai Melawi, sedangkan Bujang Beji menguasai Sungai Kapuas.

Keduanya suka menangkap ikan, tetapi tangkapan Temenggung Marubai selalu banyak karena ia selalu membiarkan ikan yang masih kecil hidup lalu menangkapnya saat sudah besar.

Rasa iri Bujang Beji terhadap tangkapan ikan Temenggung Marubai mendorongnya menangkap semua ikan di Sungai Kapuas tanpa memilih mana ikan kecil mana ikan besar.

Akibatnya, ikan-ikan di daerah itu semakin sedikit. Karena itu, ia berniat menutup aliran Sungai Melawi dengan batu besar pada hulu Sungai Melawi.

Dewi di kayangan menertawainya, sehingga Bujang Beji marah dan tali pengikat batunya yang terbuat dari rumput putus. Batu tersebut lalu jatuh di sebuah lembah bernama Jetak.

Bujang Beji berusaha mengangkat kembali batu tersebut, namun batu tersebut sudah melekat dan tidak bisa diangkat lagi.

Selain dikaitkan dengan legenda tersebut, keberadaan Bukit Kelam juga dikabarkan sebagai lokasi jatuhnya sebuah meteor besar pada jutaan tahun silam.

Meski kisahnya diliputi misteri, namun masih banyak wisatawan yang datang untuk berkemah di tengaj panorama alam Bukit Kelam yang menawan.

Sebelum pandemi virus Corona, juga banyak anak Pramuka yang berlatih di sini.

Bukit Kelam juga menjadi salah satu destinasi wisata sekaligus olahraga seperti panjat tebing dan paralayang.

Jika ingin pelesir di Bukit Kelam, disarankan datang bersama tur grup dengan pemandu yang telah berpengalaman. Patuhi juga protokol kesehatan pencegahan virus Corona selama di sana. **

Tags: Bukit KelamKalimantan BaratWisata Alam
Previous Post

4 Ribu Lakalantas Terjadi di Kaltim selama 2021

Next Post

VIDEO: Alur Pelayanan Posyandu di Masa Adaptasi Kebiasaan Baru

BACA JUGA

Fenomena Pink Moon Hiasi Langit Indonesia 1–2 April 2026, Begini Cara Melihatnya

Fenomena Pink Moon Hiasi Langit Indonesia 1–2 April 2026, Begini Cara Melihatnya

1 April 2026 | 00:10
Daftar Tanggal Merah April 2026, Ada Long Weekend di Awal Bulan

Daftar Tanggal Merah April 2026, Ada Long Weekend di Awal Bulan

30 Maret 2026 | 23:43
Jutaan Warga AS Turun ke Jalan, Protes Trump di 3 Ribu Lokasi

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan, Protes Trump di 3 Ribu Lokasi

30 Maret 2026 | 00:11
AS-Israel Tetap Dilarang, Daftar Negara yang Diizinkan Lewati Selat Hormuz

AS-Israel Tetap Dilarang, Daftar Negara yang Diizinkan Lewati Selat Hormuz

29 Maret 2026 | 12:47
Tanpa Foto Pejabat, Billboard Idulfitri di Banjarbaru Dianggap Lebih Menyentuh

Tanpa Foto Pejabat, Billboard Idulfitri di Banjarbaru Dianggap Lebih Menyentuh

28 Maret 2026 | 21:40
Pupuk Kaltim Perkuat Ketahanan Pangan dari Lahan Kering, Kupang Disiapkan jadi Contoh Nasional

Pupuk Kaltim Perkuat Ketahanan Pangan dari Lahan Kering, Kupang Disiapkan jadi Contoh Nasional

28 Maret 2026 | 14:24
Next Post
VIDEO: Alur Pelayanan Posyandu di Masa Adaptasi Kebiasaan Baru

VIDEO: Alur Pelayanan Posyandu di Masa Adaptasi Kebiasaan Baru

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Tidak Ada Gelombang PHK PPPK Bontang, tapi TPP Terancam Dipangkas

Tidak Ada Gelombang PHK PPPK Bontang, tapi TPP Terancam Dipangkas

30 Maret 2026 | 19:05
Kontrak Berakhir 2026, Pemprov Kaltim Buka Tender Pengelolaan Mal Lembuswana Samarinda Nasib Mal Lembuswana di Ujung Tanduk: DPRD Kaltim Siap Evaluasi Kontrak Sewa

Kontrak Berakhir 2026, Pemprov Kaltim Buka Tender Pengelolaan Mal Lembuswana Samarinda

25 Maret 2026 | 21:44
ASN Bontang Berkinerja Buruk Terancam Potong TPP ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

28 Agustus 2025 | 09:11
Wisata Pulau Beras Basah Bontang Tetap Diminati, Namun Biaya Tinggi dan Sampah jadi Catatan

Wisata Pulau Beras Basah Bontang Tetap Diminati, Namun Biaya Tinggi dan Sampah jadi Catatan

24 Maret 2026 | 19:13
Tarif Air Minum Bontang Naik Mulai April 2026, Ini Rincian dan Dampaknya bagi Pelanggan Perumda Tirta Taman Hentikan Sementara Distribusi Air di Sejumlah Wilayah Bontang, Ini Daftarnya Terendah di Kaltim, Tarif Tak Naik sejak 2017, PDAM Bontang Krisis Keuangan?

Tarif Air Minum Bontang Naik Mulai April 2026, Ini Rincian dan Dampaknya bagi Pelanggan

26 Maret 2026 | 13:34

Terbaru

Pemkot Bontang Serahkan LKPD 2025 Tepat Waktu ke BPK

Pemkot Bontang Serahkan LKPD 2025 Tepat Waktu ke BPK

1 April 2026 | 08:07
Sedekah Sampah di Samarinda: Dari Halaman Masjid, Gerakan Lingkungan Itu Dihidupkan Kembali

Sedekah Sampah di Samarinda: Dari Halaman Masjid, Gerakan Lingkungan Itu Dihidupkan Kembali

1 April 2026 | 07:46
Harga Sawit Kaltim Menguat di Akhir Maret 2026 Harga TBS Sawit Kaltim Naik Akhir Januari 2026, Pendapatan Petani Ikut Terdongkrak Petani Plasma Kaltim Sumringah, Harga TBS Tembus Rp 3.350 per Kg Pekebun di Kaltim Paling Sejahtera sepanjang November 2023, Penyebabnya?

Harga Sawit Kaltim Menguat di Akhir Maret 2026

1 April 2026 | 07:31
Curhatan ASN Bontang soal Rencana Pemangkasan TPP

Curhatan ASN Bontang soal Rencana Pemangkasan TPP

1 April 2026 | 07:21

Jalan Seruling 4 RT 21 Nomor 74E
Kelurahan Bontang Baru, Kota Bontang
Kalimantan Timur, Indonesia

Telepon : 0811-5423-245
Iklan : [email protected]

  • NASIONAL
  • KALTIM
  • BALIKPAPAN
  • SAMARINDA
  • BONTANG
  • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • LEISURE
  • ISLAMPEDIA
  • INFOGRAFIS
  • VIDEO
  • KOLOM
COPYRIGHT © 2023 PRANALA.CO, ALL RIGHT RESERVED
Managed by Aydan Putra
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Kaltim
    • Bontang
    • Samarinda
    • Balikpapan
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Islampedia
  • Visual
    • Infografis
    • Video
  • Kolom

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved