Pranala.co, BONTANG – Posyandu itu sederhana. Tapi dampaknya luar biasa. Itulah semangat yang dibawa Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, saat memimpin Rapat Advokasi dan Koordinasi Pokjanal Posyandu, Senin (16/6/2025), di Hotel Bintang Sintuk, Bontang.
Tak ada basa-basi panjang. Langsung ke inti: Pemerintah Kota Bontang ingin layanan kesehatan dasar diperkuat.
Bukan wacana. Tapi lewat Integrasi Layanan Primer (ILP). Yang sudah berjalan di 6 Puskesmas, 15 Pustu, dan 124 Posyandu.
“Ini bukan forum koordinasi biasa. Ini soal masa depan kesehatan Bontang,” kata Wali Kota Neni, lantang.
Ia ingin, Posyandu tidak hanya jadi simbol. Tapi betul-betul menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan di lapangan. Bukan hanya datang timbang bayi, catat buku, lalu pulang.
“Kolaborasi ini penting. Tidak bisa Posyandu jalan sendiri. Harus ada gerakan bersama,” kata Neni.
Ia menutup dengan ajakan:
“Jangan jadikan Posyandu cuma seremonial. Mari kita jadikan Posyandu lebih kuat, inklusif, dan berdampak besar bagi kesejahteraan masyarakat Bontang.”
Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Bontang, Bachtiar Mabe, juga tak kalah tegas. Ia membeberkan langkah konkret: mulai dari pendataan kader, pelatihan, hingga lomba kader dan Posyandu.
“Kami sudah mulai dari bawah. Yang kami bangun bukan hanya sistem, tapi manusianya juga,” ucap Bachtiar.
Ada tiga tingkatan kader: purwa, madya, dan utama. Semuanya akan dinilai. Akan ada Jambore Kader. Bukan sekadar jalan-jalan. Tapi ajang saling belajar.
Tujuannya satu: pelayanan makin merata, makin berkualitas.
Rapat ini istimewa. Hadir langsung Raden Kunrat, Direktur dari Kemendagri. Ia datang sebagai narasumber. Membawa pandangan nasional soal arah kebijakan Posyandu dan keterlibatan PKK.
[DIAS/RIL]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami

















