Pranala.co, BONTANG – Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Kota Bontang tahun ini berlangsung berbeda. Pemerintah Kota menggelar apel khusus yang dirangkai dengan aksi bersih-bersih pesisir dan kawasan mangrove di Berbas Pantai, Kamis pagi (5/6).
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, memimpin langsung apel yang digelar di halaman parkir mangrove Berbas Pantai.
Neni menegaskan pentingnya menjaga kebersihan sebagai tanggung jawab bersama. “Bunda bangga melihat semangat anak-anak kita menjaga lingkungan,” ucapnya.
Ia mengingatkan seluruh warga, termasuk ASN, untuk tidak sembarangan membuang sampah plastik. Jika tak menemukan tempat sampah, lebih baik kantongi dulu, bawa pulang, dan buang di rumah.
“Ini sejalan dengan program 100 hari kerja saya. Bersih dimulai dari diri sendiri,” tegas Neni.
Menurut data dari Dinas Lingkungan Hidup, produksi sampah harian di Kota Bontang mencapai 160 ton. Dari jumlah itu, 18 persen merupakan sampah plastik.
“Kita harus hadapi darurat sampah ini bersama-sama,” ujar Kepala DLH Bontang, Heru Triadmojo, dalam laporannya.
Heru mengajak seluruh masyarakat untuk aktif mengurangi sampah dari hulu hingga ke hilir.
Sekira 140 peserta mengikuti apel. Mereka berasal dari jajaran DLH, forum lingkungan hidup, Saka Kalpataru, bank sampah, siswa Adiwiyata, hingga warga Berbas Pantai.
Usai apel, seluruh peserta menyusuri kawasan mangrove dan lingkungan sekitar Masjid Assalam. Mereka memunguti sampah plastik yang berserakan.
Dengan semangat kolektif, mereka membawa pesan kuat: “Hentikan Sampah Plastik!”
Wali Kota Neni berharap kegiatan ini menjadi awal dari perubahan besar. Tidak hanya bersih sehari, tapi juga menjadi budaya jangka panjang bagi warga Kota Bontang. [RED]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami



















Comments 1