BONTANG, Pranala.co – Pemerintah Kota Bontang resmi memulai Entry Meeting Pemeriksaan Terinci atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025, di Ruang Rapat Wali Kota Bontang, Senin (6/4/2026) pagi.
Kegiatan ini dipimpin langsung Wali Kota Neni Moerniaeni, didampingi Penjabat Sekretaris Daerah Akhmad Suharto, Inspektur Daerah Enik Rusnawati, serta seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Bontang.
Rombongan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) hadir dalam kegiatan ini, dipimpin Sri Endah Nuryani. Entry meeting ini menjadi lanjutan dari pemeriksaan interim yang telah dilakukan sebelumnya. Pada 31 Maret 2026, Pemkot Bontang telah menyerahkan LKPD unaudited Tahun Anggaran 2025 kepada BPK RI.
Pemeriksaan terinci akan berlangsung selama 35 hari, dengan target penyelesaian pada 9 Mei 2026. Dalam arahannya, Wali Kota Neni Moerniaeni menekankan pentingnya kesiapan seluruh OPD dalam mendukung kelancaran proses pemeriksaan.
“Semua harus siap data. Tolong ya, karena ini adalah potret Pemerintah Kota Bontang. Insyaallah kita berkomitmen,” ujarnya.
Pemeriksaan LKPD bertujuan memberikan opini atas kewajaran penyajian laporan keuangan, berdasarkan empat kriteria utama: kesesuaian dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP), kecukupan pengungkapan, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, serta efektivitas sistem pengendalian intern.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Bontang dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap tata kelola pemerintahan. (ADS/BTG)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

















