Pranala.co, BONTANG – Pemerintah Kota Bontang kembali menggelar Gerakan Pangan Murah menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.
Kegiatan ini dipusatkan di Tongkonan Kanaan, Bontang Barat, Rabu (10/12). Sejak pagi, warga sudah memadati lokasi. Mereka ingin mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, hadir langsung dalam agenda tersebut. Ia meninjau satu per satu stan pangan untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan tepat sasaran. Neni ingin memastikan masyarakat bisa memenuhi kebutuhan pokoknya tanpa terbebani lonjakan harga.
“Kami ingin memastikan warga mendapatkan pangan dengan harga terjangkau, terutama menjelang Natal dan Tahun Baru,” ujar Neni.
Pemerintah menyiapkan pasokan cukup besar. Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKP3 Bontang, Debora Kristiani, menyebut sedikitnya 7 ton beras disiapkan untuk kegiatan ini. Ditambah 3 ton beras bantuan dari mitra, total ada 10 ton beras yang digelontorkan untuk masyarakat.
Tak hanya beras. Gula, minyak goreng, telur, dan berbagai produk UMKM lokal juga disediakan. Semua dijual dengan harga distributor, sehingga lebih murah dibanding harga pasar.
Antusiasme warga menjadi bukti bahwa kegiatan ini dibutuhkan. Banyak warga memanfaatkan momentum ini untuk membeli bahan pokok dalam jumlah cukup. Harga yang lebih rendah menjadi daya tarik utama, terutama menjelang akhir tahun ketika harga cenderung naik.
Pemkot Bontang berharap gerakan seperti ini bisa terus diperluas. Selain membantu masyarakat, program ini juga menjadi bagian dari langkah menjaga stabilitas harga dan memastikan keamanan pangan tetap terjaga.
Gerakan Pangan Murah juga menjadi strategi Pemkot Bontang melalui DKP3 untuk menekan inflasi daerah. Upaya ini diharapkan menjaga daya beli masyarakat, sekaligus memperkuat ketahanan pangan sepanjang tahun, terutama di momen-momen penting seperti Nataru. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami


















