BONTANG – Kanker serviks masih menjadi momok bagi perempuan Indonesia. Penyakit ini tercatat sebagai penyebab kematian tertinggi di kalangan wanita.
Kabar baik bagi warga Bontang. Pemeriksaan Pap smear dan imunisasi HPV kini tersedia gratis. Wali Kota Bontang, Neni Moernaeni, menegaskan layanan ini terbuka untuk seluruh perempuan, tanpa memandang status sosial atau pekerjaan.
“Pap smear dan imunisasi HPV anti kanker, itu gratis. Padahal kalau beli mahal. Tapi sayang banyak yang belum mau diperiksa,” ujar Neni.
Deteksi dini melalui Pap smear sangat penting. Pemeriksaan ini bisa mencegah kanker serviks dan meningkatkan peluang sembuh bila ditemukan lebih awal.
“Deteksi bisa melalui Pap smear atau IVA test. Dari Februari sampai Agustus, kami sudah menyerukan: ayo periksakan diri. Semua gratis, untuk buruh, guru, pegawai, karyawan, hingga ibu rumah tangga,” tegasnya.
Sayangnya, banyak perempuan masih merasa tabu atau malu untuk memeriksakan diri. Neni pun mengingatkan, pencegahan lebih baik daripada pengobatan.
Pap smear adalah pemeriksaan sederhana. Cara kerjanya mengambil sampel sel dari leher rahim menggunakan spatula kecil atau sikat halus. Sampel kemudian diperiksa di laboratorium untuk mendeteksi sel abnormal, prakanker, atau tanda kanker serviks. Prosedurnya cepat, hanya 5–10 menit, dan bisa dilakukan di klinik, puskesmas, atau rumah sakit.
Sementara imunisasi HPV membantu melindungi tubuh dari virus penyebab kanker serviks. Jika dilakukan secara mandiri, vaksin ini cukup mahal. Namun kini, warga Bontang bisa mengaksesnya tanpa biaya.
Dengan fasilitas gratis ini, Pemkot Bontang berharap masyarakat tidak ragu lagi memanfaatkan layanan kesehatan.
“Kanker serviks bukan vonis mati jika terdeteksi lebih awal. Jangan tunggu sakit dulu baru periksa. Kami ingin perempuan Bontang sehat, produktif, dan terhindar dari ancaman kanker serviks,” pungkas Wali Kota Neni. (FR)
















