Pranala.co, BONTANG – Seharusnya ini menjadi kabar bahagia. Seorang marbot masjid di Kota Bontang ditetapkan sebagai penerima program umrah gratis dari Gubernur Kaltim. Namanya masuk dalam daftar resmi. Data verifikasi lengkap. Ia memang aktif bertugas di rumah ibadah.
Tapi tak disangka, kabar gembira itu justru berubah jadi pilu.
Hanya berselang beberapa waktu setelah pengumuman, status marbotnya dicabut oleh takmir masjid tempat ia bertugas. Tanpa penjelasan rinci. Tanpa kejelasan alasan.
“Tidak ada penjelasan yang jelas. Tapi kami mendengar ada pengurus yang kurang berkenan,” kata salah sesama marbot penerima umrah gratis kepada Pranala.co, Jumat (1/8).
Yang membuat keadaan ini makin janggal, pemberhentian dilakukan setelah ia resmi ditetapkan sebagai penerima umrah. Bukan sebelumnya. Seolah ada dinamika kepentingan yang bergerak di balik keputusan itu.
Beberapa tokoh masyarakat sempat mencoba menjembatani. Harapannya, keputusan bisa ditinjau ulang. Tapi mediasi gagal. Takmir tetap pada pendirian: marbot itu tak lagi menjabat.
Kondisi ini menimbulkan kekecewaan. Bukan hanya bagi yang bersangkutan. Tapi juga bagi warga sekitar yang tahu bagaimana pengabdian marbot tersebut selama ini.
“Program umrah ini kan bentuk penghargaan. Pemerintah ingin memberi apresiasi kepada marbot dan tokoh agama yang menjaga rumah ibadah dengan tulus,” lanjut sumber tersebut.
Program umrah gratis ini memang disaring ketat Pemprov Kaltim. Ada proses verifikasi. Ada pertimbangan masa bakti, kontribusi, dan rekomendasi dari tokoh masyarakat. Jadi bukan asal tunjuk.
Hingga berita ini ditulis, redaksi Pranala.co masih mencoba menghubungi pihak takmir masjid yang dimaksud. Juga tim verifikasi dari Pemprov Kaltim yang bertanggung jawab atas seleksi calon jemaah umrah. (FR)

















