Bontang, PRANALA.CO – Pagi yang seharusnya sibuk di Bontang Kuala berubah kacau, Selasa (29/4/2025). Banjir rob kembali merendam kawasan pesisir ini, membuat ratusan pelajar dan pekerja terjebak. Banyak dari mereka akhirnya terlambat tiba di sekolah dan tempat kerja.
Erikson Nelson, salah seorang warga Bontang, mengaku harus berjibaku menerobos banjir agar anaknya tak ketinggalan pelajaran. Apalagi, banjir ini meluber sampai kantor Damkartan Bontang.
Ia bersama warga lain terpaksa melintasi trotoar yang sempit dan rusak parah. Sebagian pula, terpaksa diangkut mobil Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Bontang, Jalan Kapt Piere Tendean Kelurahan Bontang Kuala, Kota Bontang.
“Jam 9-an biasanya baru mulai surut. Kalau tunggu surut, semua anak sekolah dan orang kerja pasti terlambat. Ini harus segera disikapi,” keluh Erikson.
Data yang diterima Pranala.co menyebutkan, banjir rob kali ini diprediksi berlangsung selama dua hari ke depan. Ketinggian air laut mencapai 2 meter. Ancaman genangan menjadi bayang-bayang warga pesisir setiap pagi.
Sayangnya, hingga 2025 ini, belum ada perbaikan signifikan dari pemerintah kota. Kewenangan penanganan jalan nasional, termasuk kawasan Bontang Kuala, berada di tangan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Timur.
Namun ada secercah harapan. Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menyatakan, usulan perbaikan jalan telah masuk ke dalam perencanaan. Nantinya akan dibangun jalan layang selebar 14 meter dan bertiang 1,5 meter di atas permukaan laut.
“Usulan sudah masuk. Kita tunggu kepastian kementerian pekan depan. Semoga lolos. Rencananya 2025 ini mulai dikerjakan,” ujar Agus Haris.
Kendati begitu, anggaran yang diajukan baru cukup untuk membangun sepanjang 350 meter jalan. Padahal, dampak banjir rob di Bontang Kuala membentang hingga satu kilometer, bahkan sampai ke depan SD Negeri 001 Bontang Utara. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami



















Comments 1