BALIKPAPAN, Pranala.co — Suasana duka menyelimuti warga Balikpapan Utara. Seorang balita laki-laki, Ikhsan Adi (1 tahun 10 bulan), ditemukan tak bernyawa setelah sehari sebelumnya dilaporkan hilang terseret arus parit di kawasan RT 76, Kelurahan Batu Ampar.
Jasad Ikhsan ditemukan tim SAR gabungan, Rabu (28/5) sekira pukul 07.30 WITA. Lokasi penemuan berada di kawasan Waduk Wonorejo, Kelurahan Gunung Samarinda Baru. Jaraknya sekira 600 meter dari titik awal korban hanyut.
Sejak pukul 07.00 WITA, tim SAR gabungan memulai penyisiran di sekitar waduk. Setelah berkoordinasi dengan pihak pengelola Waduk Wonorejo, dilakukan pengurasan air untuk mempermudah pencarian.
“Air waduk cukup tinggi sejak kemarin, menyulitkan proses pencarian. Setelah dikuras, tim berhasil menemukan korban,” ujar Komandan Regu Basarnas Balikpapan, Ary Triyanto.
Ikhsan ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia. Proses evakuasi pun langsung dilakukan di hadapan kedua orang tuanya yang berada di lokasi.
“Atas permintaan keluarga, korban langsung dibawa ke rumah duka,” jelas Ary.
Peristiwa memilukan ini bermula saat hujan turun pada Selasa sore, 27 Mei 2025. Ikhsan bermain hujan bersama dua anak lain di dekat parit belakang rumahnya di RT 76.
Ketua RT 76 Batu Ampar, Yadi, menjelaskan bahwa kejadian itu berlangsung cepat. Berdasarkan keterangan warga, sandal milik korban hanyut terbawa arus. Saat mencoba mengambilnya, Ikhsan terpeleset dan terseret arus.
“Saat kejadian, tinggi air parit sekitar 80 sentimeter dan arusnya deras. Anak itu langsung terseret,” ujar Yadi.
Sejak laporan diterima, tim SAR Balikpapan langsung dikerahkan. Pencarian hari pertama belum membuahkan hasil karena tingginya permukaan air di waduk.
Tim gabungan yang terlibat antara lain Basarnas Balikpapan, BPBD, TNI, Polri, relawan, serta warga setempat. Seluruh pihak bahu-membahu dalam upaya pencarian sejak korban dilaporkan hilang. [SR]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami


















Comments 1