Pranala.co, BALIKPAPAN — Pemerintah Kota Balikpapan menegaskan komitmennya. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya soal memenuhi gizi masyarakat. Lebih dari itu, program ini diharapkan mampu menggerakkan roda ekonomi lokal.
Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, memastikan pemerintah daerah punya peran penting. Tugasnya mengawal agar pelaksanaan MBG benar-benar sesuai pedoman pemerintah pusat.
“Mulai dari penyediaan bahan pangan sampai pendistribusian ke penerima manfaat, semua harus mengikuti standar pusat,” ujarnya, Rabu (12/11/2025).
Rahmad menegaskan, semua aturan teknis hingga acuan harga berasal dari pemerintah pusat. Namun Pemkot Balikpapan tetap membuka komunikasi, bila ke depan ada hal yang perlu disesuaikan di lapangan.
“Kalau ada poin yang harus disesuaikan, tentu akan kita komunikasikan secara terbuka,” katanya.
Rahmad melihat MBG bukan hanya intervensi gizi. Tapi juga alat memperkuat ketahanan pangan kota. Dengan memprioritaskan bahan pangan dari produsen lokal, rantai pasok menjadi lebih mandiri.
Dampaknya langsung terasa. Usaha kecil bergerak. Petani dan pelaku UMKM mendapatkan pasar yang lebih pasti.
“Produksi dalam negeri kita cukup kuat. Ini sejalan dengan arahan Presiden agar pemanfaatan produk lokal diperluas. Jadi masyarakat bukan hanya sehat, tapi juga berdaya secara ekonomi,” jelasnya.
Meski begitu, ia menekankan penggunaan produk lokal tidak boleh menutup ruang bagi pasokan dari luar daerah. Kompetisi tetap harus sehat. Pelaku usaha tetap harus punya ruang tumbuh.
“Kita dorong kolaborasi, bukan kompetisi yang saling menekan. Dengan bersinergi, ekonomi masyarakat bisa tumbuh bersama,” tegas Rahmad.
Rahmad juga menyoroti pentingnya sinergi lintas sektor. Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendirian. Dunia usaha, sekolah, tenaga kesehatan, dan masyarakat luas harus terlibat.
“Keberhasilan program ini tidak bisa ditanggung satu pihak saja. Semua elemen harus bergerak bersama agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Rahmad, tujuan akhir MBG tetap sama: meningkatkan kesejahteraan. Baik dari sisi kesehatan, maupun dari sisi ekonomi.
Ia berharap seluruh pihak ikut mendorong pelaksanaannya. Agar program Makan Bergizi Gratis tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi benar-benar memperkuat fondasi ekonomi dan kesehatan warga Balikpapan. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami



















