Pranala.co, PANGKEP – – Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Pangkep, M Ramli, mendorong pemerintah daerah untuk memaksimalkan penggunaan Belanja Tidak Terduga (BTT) dalam penanganan bencana yang belakangan ini kerap terjadi di sejumlah wilayah.
Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026, DPRD bersama Pemerintah Kabupaten Pangkep telah menyepakati alokasi anggaran BTT sebesar Rp7,5 miliar. Dana tersebut disiapkan untuk menghadapi kondisi darurat, termasuk penanganan bencana alam.
Ramli menilai pemanfaatan anggaran tersebut perlu diprioritaskan mengingat beberapa waktu terakhir wilayah Pangkep dilanda berbagai bencana, terutama angin kencang dan puting beliung yang menyebabkan kerusakan pada rumah warga.
“Dalam beberapa waktu terakhir banyak kejadian angin kencang di Pangkep. Di wilayah kepulauan saja terdapat puluhan rumah warga yang mengalami kerusakan, mulai dari rusak ringan hingga rusak berat akibat tertimpa pohon tumbang,” ujar politisi Demokrat ini.
Menurutnya, kondisi tersebut menimbulkan kerugian materiil bagi masyarakat yang terdampak, terutama di kawasan kepulauan yang memiliki keterbatasan akses dan membutuhkan perhatian khusus dalam penanganan bencana.
Karena itu, ia berharap pemerintah daerah dapat segera mengoptimalkan penggunaan anggaran BTT untuk membantu proses penanganan serta pemulihan bagi warga yang terdampak bencana.
Ramli juga menegaskan bahwa penggunaan anggaran BTT memiliki dasar hukum yang jelas dalam pengelolaan keuangan daerah.
Ia menjelaskan, mekanisme penggunaan anggaran tersebut telah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 12 Tahun 2019 serta Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 77 Tahun 2020 tentang pengelolaan keuangan daerah, termasuk untuk penanganan kondisi darurat seperti bencana alam.
Dengan dasar regulasi tersebut, pemerintah daerah memiliki kewenangan untuk menggunakan dana BTT secara cepat dan tepat dalam situasi darurat.
“Anggaran BTT sebesar Rp7,5 miliar yang telah disepakati dalam APBD Pangkep Tahun Anggaran 2026 diharapkan benar-benar dimanfaatkan secara maksimal untuk menangani dampak bencana di beberapa wilayah Pangkep, termasuk wilayah kepulauan yang jumlah korban terdampaknya cukup banyak dan tersebar di sejumlah pulau,” kata Ramli.
Ia berharap langkah cepat pemerintah daerah dalam memanfaatkan anggaran tersebut dapat membantu meringankan beban masyarakat sekaligus mempercepat pemulihan pascabencana di Kabupaten Pangkep. (IR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami


















