Pranala.co, BERAU – Ancaman krisis global yang berpotensi memengaruhi pasokan pangan menjadi perhatian serius di berbagai daerah. Di Kabupaten Berau, isu ini mendorong DPRD setempat untuk mengingatkan pentingnya memperkuat ketahanan pangan daerah.
Wakil Ketua DPRD Berau, Sumadi, menilai program ketahanan pangan seharusnya menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah. Menurutnya, Berau memiliki potensi besar di sektor pertanian yang hingga kini belum dimanfaatkan secara optimal.
Ia menyoroti masih banyak lahan milik pemerintah yang belum dimanfaatkan secara maksimal, padahal berpotensi dikembangkan untuk sektor pertanian maupun peternakan.
“Ini bukan lahan tidur, tetapi memang belum digarap secara serius,” ujar Sumadi saat ditemui beberapa waktu lalu.
Sumadi menjelaskan, masih banyak lahan produktif di Berau yang sebenarnya dapat dikelola menjadi kawasan pertanian. Namun hingga kini, pengelolaannya dinilai belum dilakukan secara serius dan terencana.
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menegaskan, ketahanan pangan daerah tidak boleh terus bergantung pada pasokan dari luar daerah. Ketergantungan tersebut berisiko menimbulkan masalah ketika terjadi gangguan distribusi atau kenaikan harga akibat situasi global.
Karena itu, ia mendorong Pemerintah Kabupaten Berau memberikan perhatian lebih besar pada sektor pertanian, termasuk melalui dukungan anggaran yang memadai.
“Ini perlu dukungan anggaran dari Dinas Pertanian,” katanya.
Menurut Sumadi, dukungan tersebut penting untuk menjamin ketersediaan pupuk bagi petani, bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), serta penguatan kelembagaan melalui koperasi petani.
Ia juga menyebut, upaya penguatan sektor pertanian di Berau mulai menunjukkan perkembangan. Program penanaman padi yang dijalankan pemerintah daerah saat ini telah mencakup lahan sekitar 895 hektare dan direncanakan akan terus diperluas.
Langkah tersebut dinilai sebagai awal yang baik untuk meningkatkan produksi pangan lokal.
Selain itu, Sumadi turut mengapresiasi peran Perum Bulog yang mulai menyerap hasil panen petani di Berau. Kebijakan tersebut dinilai dapat membantu menjaga stabilitas harga sekaligus memberi kepastian pasar bagi petani.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa penguatan sektor pangan tidak hanya berhenti pada produksi, tetapi juga memerlukan dukungan infrastruktur pendukung.
Salah satu kebutuhan mendesak, menurut Sumadi, adalah pembangunan gudang penyimpanan hasil panen. Infrastruktur ini penting agar hasil pertanian dapat tersimpan dengan baik dan tidak cepat mengalami kerusakan.
“Dengan adanya gudang penyimpanan, hasil panen petani bisa lebih terjaga kualitasnya,” ujarnya.
Sumadi berharap pengembangan sektor pertanian dapat dilakukan secara berkelanjutan sehingga Berau mampu memperkuat kemandirian pangan daerah.
“Kita ingin Berau mandiri secara pangan, agar kebutuhan pokok masyarakat tidak terus bergantung pada pasokan dari luar daerah,” pungkasnya. (ADS/DPRD BERAU)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

















