Pranala.co, BONTANG – Pemandangan anak-anak membawa dagangan kecil di jalanan Bontang makin sering terlihat belakangan ini. Sebagian besar melakukannya bukan karena ingin, melainkan karena harus. Demi membantu orang tua.
Namun di balik niat mulia itu, ada konsekuensi yang tidak bisa disepelekan. Anak-anak kehilangan hak dasarnya: bermain dan belajar.
Psikolog Bontang, Mochammad Ilhamsyah Metharani, M.Psi, menegaskan bahwa masa kanak-kanak semestinya diisi dengan aktivitas yang mendukung tumbuh kembang.
“Tubuh dan mental anak masih berkembang. Jika mereka dipaksa bekerja, apalagi di jalanan, risikonya besar. Mulai dari kelelahan, polusi, penyakit, hingga hilangnya waktu istirahat dan belajar,” ujarnya, Senin (29/9/2025).
Ilhamsyah, yang juga Koordinator Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Bontang, menyebut anak yang bekerja di jalanan juga lebih rawan menjadi korban kejahatan.
Dampaknya bukan hanya fisik. Pengalaman kerja di usia dini bisa meninggalkan luka batin yang panjang.
“Gangguan kecemasan, rasa rendah diri, sulit mengelola emosi, sampai ketidakpercayaan terhadap lingkungan sering muncul ketika mereka remaja atau dewasa,” tambahnya.
Menurut Ilhamsyah, masalah ini tidak bisa dibebankan hanya ke keluarga. Semua pihak harus terlibat: pemerintah, dunia usaha, tenaga ahli, dan masyarakat.
“Bekerja mencari uang bukanlah tugas seorang anak. Mereka berhak mendapat kasih sayang, perhatian, dukungan, dan perlindungan orang tua,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya edukasi kepada orang tua soal hak anak. Pemahaman yang baik akan membuat keluarga lebih bijak dalam mengambil keputusan.
“Kalaupun anak ingin membantu orang tua, sebaiknya tetap di bawah pengawasan. Perlu diperhatikan waktu belajar, bermain, dan istirahat mereka,” katanya.
Ilhamsyah menilai, perbaikan ekonomi keluarga adalah kunci untuk menekan angka anak bekerja. Program pemberdayaan UMKM, modal usaha, hingga penguatan ekonomi lokal diharapkan bisa berjalan konsisten.
“Kalau ekonomi keluarga membaik, anak-anak bisa kembali menjalani peran utamanya: belajar, bermain, dan menikmati masa kecil mereka,” pungkasnya. (FR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami

















