Pranala.co, SANGATTA — Keterbatasan anggaran tidak menyurutkan langkah Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) untuk merealisasikan 50 program unggulan kepala daerah. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kutim menyiapkan skema matang agar seluruh program tetap berjalan sesuai target.
Kepala Bappeda Kutim, Januar Bayu Irawan, menyebut kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama. Pemerintah daerah, kata dia, tidak bisa hanya bergantung pada kemampuan fiskal daerah, melainkan perlu membuka ruang kerja sama dengan pihak swasta serta memperkuat sinergi dengan kementerian dan lembaga di tingkat pusat.
“Karena itu, kami berupaya menggandeng pihak swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) serta kementerian agar program-program nasional dapat diarahkan ke Kutai Timur,” ujar Januar di Sangatta, Selasa (27/1).
Upaya tersebut, lanjut Januar, telah ditempuh melalui koordinasi intensif dengan berbagai kementerian dan lembaga. Bahkan, sejumlah kunjungan langsung ke tingkat pusat telah dilakukan untuk memperluas peluang pendanaan dan dukungan program.
Menurutnya, kunjungan tersebut bertujuan menyelaraskan kebutuhan pembangunan daerah dengan agenda pembangunan nasional, sehingga Kutai Timur dapat menjadi lokasi pelaksanaan program-program strategis pemerintah pusat.
“Kemarin kami juga melakukan koordinasi ke kementerian, dipimpin langsung oleh Wakil Bupati, untuk mencari peluang program yang bisa dilaksanakan di Kutim,” ungkapnya.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi besar Bappeda Kutim agar pelaksanaan 50 program unggulan tidak sepenuhnya bertumpu pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Dengan melibatkan berbagai sumber pendanaan, pemerintah daerah berharap pelaksanaan program dapat lebih optimal dan berkelanjutan.
Januar menegaskan, 50 program unggulan tersebut dirancang untuk dituntaskan dalam kurun waktu lima tahun masa kepemimpinan kepala daerah. Saat ini, pemerintah daerah masih berada pada fase awal pelaksanaan, yakni tahun pertama.
“Ini baru satu tahun berjalan, jadi semua program masih dalam tahap progres. Konsepnya, 50 program ini akan kita kebut dan dituntaskan dalam lima tahun,” tegasnya.
Selain memperluas sumber pembiayaan, Pemkab Kutim juga tengah melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program di tahun 2025. Evaluasi tersebut bertujuan untuk mengidentifikasi program-program yang belum berjalan maksimal, sekaligus merumuskan perbaikan agar target pembangunan dapat tercapai.
Bappeda Kutim memastikan hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar penajaman kebijakan pada tahun-tahun berikutnya, sehingga seluruh program unggulan dapat berjalan selaras dengan kebutuhan masyarakat dan kemampuan keuangan daerah. (HAF)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

















