Pangkep, PRANALA.CO – Pemerintah Kabupaten Pangkep serius mendorong penguatan ekonomi kerakyatan dari akar rumput. Melalui Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Perindustrian, pemerintah menggelar Sosialisasi Pembentukan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih Tahun 2025, Senin (21/4/2025) di ruang pola Sekretariat Daerah, Jalan Sultan Hasanuddin KM 3, Pangkajene.
Sosialisasi ini menjadi bagian dari tindak lanjut berbagai kebijakan nasional—termasuk UUD 1945 Pasal 33, Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025, hingga surat edaran dari Kementerian Koperasi dan Kementerian Desa. Semuanya menekankan pentingnya membangun kekuatan ekonomi dari tingkat desa dan kelurahan melalui koperasi.
Acara dibuka langsung Wakil Bupati Pangkep, Abdul Rahman Assegaf. Dalam sambutannya, Rahman menegaskan pentingnya peran koperasi dalam kehidupan masyarakat.
“Saya berharap suatu hari nanti, di tengah-tengah masyarakat Pangkep akan muncul ungkapan: ‘Untung ada koperasi.’ Karena koperasi ini hadir untuk memberi manfaat nyata, bukan sekadar formalitas,” ucapnya penuh harap.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh unsur pemerintahan daerah—mulai dari Sekda, Staf Ahli, Asisten, para Pimpinan OPD, Camat, hingga 103 kepala desa dan lurah se-Kabupaten Pangkep.
Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Perindustrian Pangkep, Agustina Wangsa, menjelaskan bahwa sosialisasi ini adalah langkah awal menuju pembentukan koperasi di tiap desa dan kelurahan.
“Setelah ini, para kepala desa dan lurah akan melakukan musyawarah pembentukan koperasi. Kami dari dinas siap mendampingi hingga koperasi tersebut benar-benar berjalan,” jelas Agustina.
Menurutnya, kehadiran koperasi Merah Putih ini akan membuka jalan baru dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan kelurahan di Pangkep.
Melalui koperasi, masyarakat diharapkan bisa mandiri secara ekonomi, memiliki akses terhadap pembiayaan, serta mampu memasarkan produk-produk lokal lebih luas. Pemerintah Kabupaten Pangkep pun optimis bahwa target pembentukan koperasi di seluruh desa dan kelurahan akan tercapai.
Gerakan ini bukan sekadar program seremonial, melainkan langkah nyata untuk memperkuat ekonomi daerah berbasis komunitas. Di saat banyak sektor mengalami tekanan, koperasi diyakini bisa menjadi solusi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami



















Comments 2