• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Rabu, April 1, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Kaltim
    • Bontang
    • Samarinda
    • Balikpapan
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Islampedia
  • Visual
    • Infografis
    • Video
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Kaltim
    • Bontang
    • Samarinda
    • Balikpapan
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Islampedia
  • Visual
    • Infografis
    • Video
  • Kolom
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Ragam

Zaytun Jas

Oleh: Dahlan Iskan

Suriadi Said by Suriadi Said
25 Mei 2023 | 07:01
Reading Time: 4 mins read
0
Zaytun Jas

Sosok Panji Gumilang, pimpinan Ponpes Al-Zaytun di Indramayu yang tengah kontroversi-Foto/Tangkapan Layar/YouTube/Al-Zaytun Official-

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

PUKUL 04.00 saya sudah bangun. Saya perlu air minum hangat setengah liter. Yakni untuk minum obat sebelum makan apa pun. Air di termos kamar sudah dingin.

Tidak ada telepon antar-kamar di wisma tamu Al-Zaytun ini. Saya turun lewat lift: akan minta tolong ke petugas lobi. Tapi begitu keluar dari lift ruang makan di dekat lobi itu terlihat sudah terang. Saya melongok ke dalamnya. Sudah banyak makanan. Atau: masih banyak makanan.

“Jam segini kok sudah melayani makan pagi?” tanya saya ke petugas ruang makan.

PILIHAN REDAKSI

Kebun Agrinas Gelap Terang

Gelap Terang

12 Juni 2025 | 11:48
Koperasi Kredit Bank Catatan Dahlan Iskan

Koperasi Kredit Bank

10 Juni 2025 | 17:04

“Ini layanan makan sahur. Tadi banyak sahur. Banyak yang puasa,” jawabnya.

Saya pun membawa air panas ke kamar. Satu termos besar. Istri saya juga perlu bikin susu untuk orang tua.

Saya pun segera ke masjid. Agak terlambat. Salat subuh berjamaah sudah dimulai. Isinya santri berpakaian pramuka. Masjid ini besar sekali. Sekitar 40 x 60 meter.

Ini masjid lama. Salah satu dari bangunan pertama yang didirikan di Al-Zaytun 25 tahun lalu. Bukan masjid baru yang enam lantai. Yang belum sepenuhnya jadi.

Di salat subuh ini masjid tidak penuh. Ada empat baris panjang santri laki-laki: tiap santri berjarak 1 meter. Tidak ada yang aneh. Salat subuh biasa. Tanpa qunut.

Para santri wanita berjajar jauh di belakang. Juga sudah berpakaian pramuka yang ditutup mukena. Jumlahnya kurang lebih sama. Salat berjamaah lima waktunya pun seperti itu. Tidak ada wanita yang di depan laki-laki.

Selesai salat ada wiridan sebentar. Lalu ada pelajaran bahasa. Santri laki-laki berkumpul di kiri lantai masjid. Perempuan di kanan. Saya tidak bisa melihat pelajaran ini. Saya harus bersiap-siap senam dansa gaya Disway. Sambutan Al Zaytun ternyata antusias. Mereka senang santrinya diajak senam Sabtu pukul 06.00 itu.

Saya, istri, Nicky, dan Kang Sahidin jadi pemandu senam. Pemanasannya pakai lagu Mandarin. Tiga lagu. Lalu masuk ke gerak medium impact dengan lagu Cinta SMA. Para santri tidak hanya ikut bergerak, tapi juga serentak ikut mendendangkan lagunya. Rupanya lagu itu sangat populer di kalangan anak SMA.

Berikutnya mulai gerak yang lebih dinamis. Pakai lagu India, Arab disco, lagu Barat, rock ‘n roll, dangdut, koplo, dan ditutup dengan gerak jenaka lagu chicken dance.

Satu jam penuh.

Nonstop.

Saya lihat presiden santri Al-Zaytun ikut senam. Wanita. Cantik dengan 4i. Asal Sukadana, Lampung. Namanyi: Shabrina Tifa Azzahra binti Yuni Faizal. Baru dua kali ini presiden santri dijabat perempuan. Yang pertama sekitar 6 tahun lalu.

Sejak dulu presiden santri dipilih secara demokratis. Mirip pemilu negara. Prosesnya unik: tahap pertama, 80 santri dengan nilai terbaik jadi calon presiden. Tidak peduli laki-laki atau perempuan.

Dari 80 calon itu, tiap santri memilih dua nama calon laki-laki dan dua nama calon dari perempuan.

Terpilihlah 8 calon laki-laki dan 8 calon perempuan. Lalu 16 calon tersebut tampil di forum santri. Mereka mengajukan program. Lalu dibuka perdebatan antar calon.

Setelah debat, setiap santri diminta menuliskan dua nama calon laki-laki dan dua nama calon perempuan. Itu untuk menentukan 4 calon laki-laki dan 4 calon perempuan pilihan mereka.

Delapan calon ini diajukan ke dalam Pemilu akhir. Untuk dipilih salah satu: jadi presiden.

Pemilunya pakai kartu suara beneran. Pakai bilik suara beneran. Pakai kotak suara plastik yang transparan. Lalu dihitung dengan dua cara: manual dan digital. Saling kontrol.

Selesai senam para santri bergegas ke asrama. Pukul 08.00 mereka masuk kelas ekstrakurikuler. Saya sendiri bergegas mandi. Pukul 08.00 menghadiri acara wisuda sarjana. Sekalian memberikan pidato wisuda.

Semua laki-laki pakai jas. Kecuali saya. Maka saya cari pinjaman jas. Mudah. Banyak jas di sana.

Di auditorium Al-Zaytun itu, tempat wisuda itu, bergema gamelan Sunda. Waktu saya masuk auditorium lagunya

Karatagan Pahlawan. Perjuangan para pahlawan. Penabuh gamelannya karyawan Al-Zaytun sendiri.

Setiap pembicara yang naik podium diiringi gamelan. Pun ketika meninggalkan podium.

Acara wisuda pun dimulai: tidak dengan pembacaan Alquran. Dua MC wanita minta hadirin membaca Basmallah.

Lalu seorang santri maju. Ia memimpin pembacaan asmaul husna. Tanpa nada. Diikuti semua yang hadir. Pembacaan 99 nama Tuhan itu ternyata masih dilanjutkan dengan pembacaan asmaun nabi. Juga diikuti yang hadir. Kelihatannya hanya saya yang tidak bisa mengikuti. Saya tidak hafal. Tidak ada bantuan teks di layar. Baru kali ini saya alami: pembacaan 21 nama Nabi Muhammad.

Di panggung kehormatan duduk berderet ketua yayasan, senat, rektor, para wakil rektor, dan guru besar. Syekh Panji Gumilang sebagai ketua dewan pembina yayasan. Di sebelah kirinya: Ny Panji Gumilang. Di sebelah kanannya: Dr Imam Prawoto, rektor institut agama Islam Al-Zaytun.

Dr Imam adalah putra pertama Syekh Panji. Ia juga lulusan UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat, Jakarta. Lalu ke Selandia Baru. Ia kuliah manajemen di sana. Sampai bergelar MBA. Masih banyak lagi gelarnya yang lain. Usianya 55 tahun.

Semua yang naik podium mengawali salam dengan pekik ”Merdeka!”. Kecuali satu orang: wakil rektor. Ia bertugas membacakan SK kelulusan. Setelah mengucapkan Assalamu’alaikum ia langsung membaca SK.

Ia pun ditegur.

Dari tempat duduknya di panggung Syekh Panji Gumilang menyela dengan suara keras. “Mana Merdekanya? Ulangi!” ujarnya.

Maka sang wakil rektor berhenti membaca SK. Ia mengulangi dari awal: Merdeka!

Syekh Panji sendiri, di podium, memulai dengan salam bahasa Arab, salam bahasa Ibrani dan salam bahasa Jawa: rahayuuu. Lalu mengajak hadirin bersama-sama menyanyikan satu ayat dalam kitab suci perjanjian lama, Taurat, dalam bahas Ibrani. Serasa di gereja.

Saya sendiri tidak mengucapkan salam apa pun. Langsung pidato ke materi persoalan. Hanya di akhir pidato saya memekikkan Merdeka!

Selesai wisuda hadirin pindah ke ruang makan besar di sebelahnya. Di situ ada gamelan Jawa. Penabuhnya para guru al Zaytun. Saat saya mulai duduk di meja makan lagunya Caping Gunung. Sindennya juga para guru Al Zaytun: tiga perempuan, satu laki-laki.

Di sebelah gamelan ada dua grup musik. Satu grup untuk musik pop. Satunya lagi musik untuk lagu keroncong. Syekh Panji Gumilang senang keroncong. Suaranya merdu.

Syekh Panji bahkan menciptakan banyak lagu keroncong. Yang dinyanyikan oleh ‘ratu’ keroncong, Sundari Sukoco. Salah satu lagu ciptaannya: Samudera Biru. Yang kemudian dijadikan nama PT untuk perusahaan perkapalan Al Zaytun di pantai utara Indramayu.

Saya tidak sempat menikmati sajian keroncong itu. Saya buru-buru harus ke salah satu desa di pedalaman Magetan. Desa Soco. Di selatan lapangan terbang Iswahyudi Maospati. Di desa itulah kiai dan ustad pesantren keluarga kami dimasukkan sumur hidup-hidup. Pelakunya: PKI. Di tahun 1948 – -peristiwa Madiun Affair.

Saya bergegas masuk mobil. Sampai lupa mengembalikan jas. (Dahlan Iskan)

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Source: Disway
Via: Redaksi
Tags: Catatan Dahlan IskanDahlan Iskan
Previous Post

Beasiswa Bankaltimtara 2023 Mulai Dibuka, Berikut Persyaratan dan Link Pendaftaran

Next Post

Posyandu Teratai Muara Enggelam jadi Terbaik 1 Lomba Posyandu se-Kutai Kartanegara

BACA JUGA

Fenomena Pink Moon Hiasi Langit Indonesia 1–2 April 2026, Begini Cara Melihatnya

Fenomena Pink Moon Hiasi Langit Indonesia 1–2 April 2026, Begini Cara Melihatnya

1 April 2026 | 00:10
Daftar Tanggal Merah April 2026, Ada Long Weekend di Awal Bulan

Daftar Tanggal Merah April 2026, Ada Long Weekend di Awal Bulan

30 Maret 2026 | 23:43
Jutaan Warga AS Turun ke Jalan, Protes Trump di 3 Ribu Lokasi

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan, Protes Trump di 3 Ribu Lokasi

30 Maret 2026 | 00:11
AS-Israel Tetap Dilarang, Daftar Negara yang Diizinkan Lewati Selat Hormuz

AS-Israel Tetap Dilarang, Daftar Negara yang Diizinkan Lewati Selat Hormuz

29 Maret 2026 | 12:47
Tanpa Foto Pejabat, Billboard Idulfitri di Banjarbaru Dianggap Lebih Menyentuh

Tanpa Foto Pejabat, Billboard Idulfitri di Banjarbaru Dianggap Lebih Menyentuh

28 Maret 2026 | 21:40
Pupuk Kaltim Perkuat Ketahanan Pangan dari Lahan Kering, Kupang Disiapkan jadi Contoh Nasional

Pupuk Kaltim Perkuat Ketahanan Pangan dari Lahan Kering, Kupang Disiapkan jadi Contoh Nasional

28 Maret 2026 | 14:24
Next Post
Posyandu Teratai Muara Enggelam jadi Terbaik 1 Lomba Posyandu se-Kutai Kartanegara

Posyandu Teratai Muara Enggelam jadi Terbaik 1 Lomba Posyandu se-Kutai Kartanegara

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Tidak Ada Gelombang PHK PPPK Bontang, tapi TPP Terancam Dipangkas

Tidak Ada Gelombang PHK PPPK Bontang, tapi TPP Terancam Dipangkas

30 Maret 2026 | 19:05
Kontrak Berakhir 2026, Pemprov Kaltim Buka Tender Pengelolaan Mal Lembuswana Samarinda Nasib Mal Lembuswana di Ujung Tanduk: DPRD Kaltim Siap Evaluasi Kontrak Sewa

Kontrak Berakhir 2026, Pemprov Kaltim Buka Tender Pengelolaan Mal Lembuswana Samarinda

25 Maret 2026 | 21:44
ASN Bontang Berkinerja Buruk Terancam Potong TPP ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

28 Agustus 2025 | 09:11
Wisata Pulau Beras Basah Bontang Tetap Diminati, Namun Biaya Tinggi dan Sampah jadi Catatan

Wisata Pulau Beras Basah Bontang Tetap Diminati, Namun Biaya Tinggi dan Sampah jadi Catatan

24 Maret 2026 | 19:13
Tarif Air Minum Bontang Naik Mulai April 2026, Ini Rincian dan Dampaknya bagi Pelanggan Perumda Tirta Taman Hentikan Sementara Distribusi Air di Sejumlah Wilayah Bontang, Ini Daftarnya Terendah di Kaltim, Tarif Tak Naik sejak 2017, PDAM Bontang Krisis Keuangan?

Tarif Air Minum Bontang Naik Mulai April 2026, Ini Rincian dan Dampaknya bagi Pelanggan

26 Maret 2026 | 13:34

Terbaru

PERAK Bantah Isu Barter Proyek Rp600 Miliar di Kutim, Masyarakat Diminta Waspada Hoaks

PERAK Bantah Isu Barter Proyek Rp600 Miliar di Kutim, Masyarakat Diminta Waspada Hoaks

1 April 2026 | 18:38
Ribuan Pekerja Tambang Kaltim Terancam PHK, Pemprov Siapkan Langkah Mitigasi

Ribuan Pekerja Tambang Kaltim Terancam PHK, Pemprov Siapkan Langkah Mitigasi

1 April 2026 | 18:33
Aplikasi 'Teman Naker' Buatan Pemkot Bontang Bisa Kikis Ordal?

Aplikasi ‘Teman Naker’ Buatan Pemkot Bontang Bisa Kikis Ordal?

1 April 2026 | 17:00
47 Anggota TAGUPP Dipertanyakan, Gubernur Kaltim: Ini Investasi, Bukan Biaya

47 Anggota TAGUPP Dipertanyakan, Gubernur Kaltim: Ini Investasi, Bukan Biaya

1 April 2026 | 16:49

Jalan Seruling 4 RT 21 Nomor 74E
Kelurahan Bontang Baru, Kota Bontang
Kalimantan Timur, Indonesia

Telepon : 0811-5423-245
Iklan : [email protected]

  • NASIONAL
  • KALTIM
  • BALIKPAPAN
  • SAMARINDA
  • BONTANG
  • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • LEISURE
  • ISLAMPEDIA
  • INFOGRAFIS
  • VIDEO
  • KOLOM
COPYRIGHT © 2023 PRANALA.CO, ALL RIGHT RESERVED
Managed by Aydan Putra
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Kaltim
    • Bontang
    • Samarinda
    • Balikpapan
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Islampedia
  • Visual
    • Infografis
    • Video
  • Kolom

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved