BPBD Kaltim baru saja menghadiri sosialisasi SPAB bersama Yayasan Bunga Bangsa pada beberapa waktu lalu. Mengangkat topik mengenai perlunya kesadaran masyarakat terhadap mitigasi bencana, kegiatan ini pun dilakukan dengan pemberian workshop bagi satuan pendidikan dan masyarakat setempat.
Program SPAB rupanya belum banyak diketahui oleh masyarakat. Hal ini terlihat saat diselenggarakannya sosialisasi dan workshop SPAB oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) pada Kamis (2/11/2023) lalu di Yayasan Bunga Bangsa, Jalan Panjaitan, Kelurahan Mugirejo, Kecamatan Sungai Pinang, Kota Samarinda.
SPAB sendiri memiliki kepanjangan dari Satuan Pendidikan Aman Bencana, yang mana program ini bertujuan sebagai upaya untuk mengkampanyekan kegiatan mitigasi bencana di lingkup satuan pendidikan. Terlebih mengenai kesiapsiagaan warga sekolah dalam menghadapi potensi bencana.
Dalam menindaklanjuti program tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Kaltim Agus Tianur melalui Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana Tresna Rosano pun belum lama ini terlihat menghadiri acara sosialisasi SPAB yang dilaksanakan oleh Yayasan Bunga Bangsa.
Dengan mengusung tema “Menyiapkan Satuan Pendidikan dalam Pencegahan dan Pengurungan Risiko Bencana”, kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kepala Cabang Human Initiative Kaltim yang diwakilkan oleh Yeni Kartika, Ketua Asosiasi Bunga Bangsa melalui Kordinator Bunga Bangsa Society Bahtiar Fahrudin, tenaga Pendidik, Karyawan, dan Perwakilan Komite Sekolah serta para undangan lainnya.
Memiliki kesempatan sebagai pembicara, Tresna Rosano memberikan apresiasinya kepada pihak yayasan karena telah bekerja sama dalam memberikan pendidikan kebencanaan terhadap warga sekolah. Ia juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada segenap tamu undangan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
“Pertama kami mengapreisasi sekali kepada Yayasan Bunga Bangsa karena melalui pimpinannya telah berinisiasi kerjasama dengan Human Intiative yang bergerak dibidang kebencanaan melakukan upaya penguatan kapasitas melalui sosialisasi dan pembentukan Sekolah Pendidikan Aman Bencana,” ucap Tresna.
Retno mengungkapkan bahwa keberhasilan program SPAB bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Melainkan juga diperlukan peran serta masyarakat dalam memberikan motivasi pelatihan. Sebab, sosialisasi SPAB menjadi sebuah program penting dalam mengurangi resiko bencana, baik meliputi pencegahan maupun penanggulangan bencana.
“Seperti yang kita ketahui Bersama, SPAB bertujuan meningkatkan kemampuan sumber daya, melindungi investasi satuan pendidikan, meningkatkan kualitas sarana prasarana, menciptakan sausana aman pada peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, serta untuk keberlanjutan dalam kegiatan pendidikan sebagai dukungan dalam pengurangan risiko bencana,” jelasnya. (ADS)

















