Pranala.co, BONTANG – Raut kecewa terlihat jelas di wajah Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris. Senin (20/10/2025) siang. Dia menunggu lebih dari satu jam di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota. Namun, dari 50 undangan yang disebar, hanya sembilan perusahaan yang datang.
“Ini maksudnya apa? Bukan hanya sekali, tapi sudah sering terjadi,” ujar Agus Haris, dengan nada kesal.
Rapat itu sejatinya penting. Pemerintah Kota Bontang ingin mengajak dunia usaha ikut memikirkan pembentukan tim sepak bola profesional. Harapannya, ada sinergi antara perusahaan dan masyarakat dalam membangun kebanggaan olahraga kota.
Namun kenyataannya, undangan resmi dari kepala daerah justru diabaikan.
Menurut Agus Haris, ketidakhadiran perusahaan menunjukkan minimnya kepedulian terhadap inisiatif pemerintah. Ia juga menyoroti lemahnya koordinasi internal antarperangkat daerah.
“Ini kalau komunikasi di bawah berjalan tanpa kendali wali kota, jadinya begini. Biar kepala daerah yang undang, tetap saja tidak datang. Semua surat ke perusahaan seharusnya melalui kepala daerah,” tegasnya.
Agus Haris menilai, pembentukan tim sepak bola profesional bukan hanya soal prestasi. Lebih dari itu, sepak bola bisa menjadi penggerak ekonomi lokal.
“Masyarakat dapat hiburan, UMKM juga hidup. Manfaatnya besar. Makanya saya sangat berharap perusahaan bisa ikut memikirkan masalah ini,” ucapnya.
Meski kecewa, Pemerintah Kota Bontang tidak menyerah. Agus Haris memastikan akan kembali menggelar diskusi lanjutan.
“Kami akan tetap menyurati perusahaan untuk menindaklanjuti hasil rapat ini. Rencananya, Rabu (22/10) kami adakan rapat lagi untuk memperjelas komitmen perusahaan, termasuk yang tidak hadir,” tutupnya. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami
















