BONTANG, Pranala.co – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menekankan pentingnya inovasi dalam program Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB). Hal itu disampaikannya saat menghadiri pertemuan yang digelar DP3AKB Bontang, Senin (26/5/2025), di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota.
Pertemuan ini bertujuan meningkatkan kualitas pencatatan dan pelaporan kegiatan Kampung KB di Kota Bontang. Hadir pula Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Lukman, dan Kepala DP3AKB, Eddy Forestwanto.
Wali Kota Neni menegaskan bahwa Kampung KB bukan sekadar program, tapi langkah strategis menuju Indonesia Emas 2045.
“Inovasi adalah kunci untuk membentuk keluarga berkualitas. Baik inovasi teknologi maupun kegiatan nyata yang langsung menyentuh masyarakat,” ujarnya.
Wali Kota juga menyoroti lemahnya sistem pelaporan kegiatan Kampung KB, yang menurutnya harus segera diperbaiki demi efektivitas program.
Wali Kota Neni mengungkapkan keprihatinan terhadap meningkatnya angka perceraian di Bontang yang mencapai 10 persen, serta tingginya kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Ia berharap para kader Kampung KB dapat menjadi agen perubahan, bukan sekadar pelaksana teknis. Di Bontang sendiri memiliki: 2 Kampung KB Dasar; 5 Kampung KB Berkembang; 1 Kampung KB Mandiri; 7 Kampung KB Paripurna.
“Kader harus peka terhadap masalah sosial di sekitarnya. Jangan hanya formalitas,” tegasnya.
Mengenai stunting, Pemkot Bontang menargetkan angka nol persen, mencontoh keberhasilan daerah seperti Surabaya dan Mojokerto. Namun, tantangan terbesar menurut Wali Kota adalah kejujuran data.
“Kadang data dimanipulasi demi bisa menerima bantuan. Ini harus diubah. Data harus jujur,” ujar Neni.
Wali Kota Bontang mengajak semua pihak—pemerintah, masyarakat, dan lembaga—untuk terus bekerja sama.
“Kolaborasi adalah kunci. Kita ingin wujudkan Bontang yang sejahtera dan berdaya saing melalui keluarga yang sehat dan berkualitas,” tutup Neni. [RE]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami


















Comments 1