BONTANG, Pranala.co — Perbedaan waktu perayaan Idulfitri 1447 Hijriah di Kota Bontang justru menghadirkan suasana penuh toleransi dan kebersamaan. Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menggelar open house dalam dua tahap sebagai bentuk penghormatan terhadap perbedaan tersebut.
Suasana hangat Idulfitri mulai terasa di kediaman pribadi Neni di kawasan Lembah Hijau, Kelurahan Bontang Lestari, Jumat (20/3/2026). Sejak pagi, ia bersama keluarga telah menunaikan Salat Idulfitri lebih awal, mengikuti penetapan Muhammadiyah.
Usai salat Id, Neni langsung membuka pintu rumahnya untuk menerima tamu dalam suasana sederhana namun penuh keakraban. Tenda besar yang terpasang di halaman menjadi penanda terbukanya ruang silaturahmi bagi kerabat dan sahabat.
Sejumlah pejabat daerah, tokoh agama, dan tokoh pemuda tampak hadir. Di antara yang mendampingi, terlihat suami Neni, Andi Sofyan Hasdam, serta anaknya Andi Faizal Sofyan Hasdam bersama keluarga.
Neni menjelaskan, pelaksanaan open house pada hari pertama digelar secara terbatas di rumah pribadi. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada masyarakat yang masih menjalankan ibadah puasa dan akan merayakan Idulfitri keesokan harinya sesuai ketetapan pemerintah.
“Untuk hari ini kami adakan di rumah pribadi terlebih dahulu. Karena baru Muhammadiyah yang merayakan. Masyarakat yang mengikuti jadwal pemerintah, insyaallah besok baru Lebaran,” ujarnya.
Sebagai bentuk keterbukaan bagi seluruh masyarakat, open house resmi akan kembali digelar pada Sabtu (21/3/2026) di Rumah Jabatan Wali Kota di Jalan Awang Long.
“Besok di rumah jabatan, karena itu fasilitas pemerintah, sehingga terbuka untuk masyarakat umum,” jelas Neni.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, turut hadir meski masih menjalankan ibadah puasa. Ia menyempatkan diri untuk bersilaturahmi sebelum bertolak mudik ke Sulawesi.
“Saya masih puasa hari ini, tetapi tetap datang untuk silaturahmi. Besok sudah perjalanan mudik,” ujarnya.
Momentum Idulfitri di Bontang tahun ini mencerminkan nilai kebersamaan dalam perbedaan. Sejumlah titik pelaksanaan Salat Id di kota tersebut menunjukkan keberagaman yang tetap berjalan harmonis. (FR/ADS)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami















