SAMARINDA, Pranala.co – Aktivitas olahraga di kawasan venue dayung Sungai Mahakam, Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) tercoreng oleh dugaan praktik peredaran narkotika. Aparat Polresta Samarinda melalui Satuan Polairud mengungkap kasus peredaran sabu di lokasi tersebut dan mengamankan lima orang pelaku.
Pengungkapan dilakukan Kamis (2/4/2026) di kawasan Jalan Slamet Riyadi, Karang Asam Ulu, tepatnya di atas Kapal Motor (KM) Kemanusiaan yang bersandar di dermaga sekitar venue dayung.
Kelima pelaku yang diamankan masing-masing berinisial MR (36), DI alias Tile (49), JG (44), AA (34), dan MA (41).
Kasat Polairud Polresta Samarinda, Rahmat Aribowo, menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat yang mencurigai lokasi tersebut kerap dijadikan tempat transaksi narkotika.
“Berbekal informasi itu, kami lakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan empat pelaku lebih dahulu di lokasi,” ujarnya, Minggu (5/4/2026).
Dari penangkapan awal, polisi menyita dua paket sabu dengan berat masing-masing 0,27 gram dan 0,3 gram bruto, uang tunai sebesar Rp380 ribu, satu unit KM Kemanusiaan, serta satu perahu ketinting beserta mesinnya.
Menurut Rahmat, para pelaku sehari-hari bekerja membantu aktivitas penambatan kapal di kawasan tersebut. Namun, lokasi itu juga diduga dimanfaatkan sebagai tempat berkumpul sekaligus transaksi narkotika.
“Peran utama sebagai penjual dijalankan oleh MR, dengan bantuan rekan-rekannya,” jelasnya.
Pengembangan kasus kemudian mengarah pada satu pelaku lain berinisial MA yang diduga sebagai pemasok. Ia diamankan tak lama setelah penangkapan awal.
Saat ditangkap, MA kedapatan membawa satu paket sabu seberat 1,2 gram bruto. Dari hasil pemeriksaan sementara, ia mengaku hendak mengantarkan barang tersebut kepada kru kapal yang berada di kawasan dermaga.
“Saat diamankan, yang bersangkutan sedang dalam perjalanan untuk mengantarkan sabu,” tegas Rahmat.
Saat ini, seluruh tersangka telah diamankan di markas Polairud Polresta Samarinda untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Kepolisian juga masih melakukan pendalaman guna mengungkap jaringan serta asal-usul peredaran narkotika tersebut. (DIAS/RE)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami



















