SAMARINDA, Pranala.co – Pemerintah Kota Samarinda bergerak cepat merespons kebakaran yang melanda kawasan Pasar Segiri pada Kamis (26/3/2026) dini hari. Wali Kota Samarinda, Andi Harun, turun langsung meninjau lokasi pada siang hari untuk memastikan penanganan berjalan optimal serta merumuskan langkah pemulihan bagi para pedagang terdampak.
Kehadiran orang nomor satu di Samarinda itu menjadi sinyal keseriusan pemerintah dalam menangani dampak musibah. Ia menegaskan bahwa peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi riil di lapangan sekaligus memastikan tindak lanjut yang cepat dan tepat sasaran.
“Secara resmi pemerintah kota turun langsung untuk melihat kondisi pasca kebakaran, meskipun sebelumnya dinas teknis sudah bergerak lebih dulu,” ujar Andi Harun di lokasi.
Berdasarkan laporan sementara, kebakaran tersebut berdampak besar pada aktivitas ekonomi di kawasan pasar. Sedikitnya 20 unit ruko di bagian belakang serta sekitar 140 los pedagang di satu klaster dilaporkan terdampak.
Selain itu, terdapat sekitar 56 pedagang yang telah teridentifikasi mengalami kerugian akibat insiden tersebut. Luas area terdampak diperkirakan mencapai satu klaster berukuran sekitar 15 x 80 meter.
Pemerintah Kota Samarinda menargetkan proses pemulihan dapat segera dimulai. Tahap awal akan difokuskan pada pembersihan lokasi yang diperkirakan berlangsung dalam waktu satu hingga tiga hari.
“Setelah pembersihan, minggu depan kita harapkan sudah bisa mulai pembangunan,” tegas Andi Harun.
Ia juga telah menginstruksikan jajaran terkait, termasuk Asisten II, Dinas Perdagangan, dan Dinas PUPR, untuk segera menyusun langkah teknis pembangunan yang cepat dan efisien.
Dalam tahap awal, pemerintah akan membangun fasilitas non-permanen agar pedagang dapat kembali beraktivitas tanpa harus menunggu terlalu lama.
Langkah ini diambil dengan mempertimbangkan rencana besar revitalisasi Pasar Segiri secara menyeluruh pada tahun mendatang, apabila dukungan anggaran memungkinkan.
“Kalau dibangun permanen sekarang, nanti akan dibongkar lagi saat revitalisasi. Jadi kita buat yang fungsional dulu agar pedagang bisa segera berjualan,” jelasnya.
Dari hasil dialog langsung dengan pedagang, diketahui bahwa kerugian yang dialami cukup besar, bahkan mencapai ratusan juta rupiah per orang.
Hal ini semakin menguatkan komitmen pemerintah untuk mempercepat pemulihan agar roda ekonomi masyarakat tidak terhenti terlalu lama.
Di sisi lain, Andi Harun menyoroti perlunya pembenahan menyeluruh terhadap kondisi pasar. Ia menilai kebakaran yang berulang tidak lepas dari persoalan tata ruang yang tidak tertata serta instalasi listrik yang sudah tidak layak.
“Kondisi pasar saat ini memang rawan karena fungsi ruang bercampur dan instalasi listrik semrawut. Ini yang akan menjadi dasar peremajaan total ke depan,” ungkapnya.
Terkait kebutuhan anggaran, pemerintah kota masih menunggu hasil pembahasan dalam rapat teknis yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat.
Meski demikian, Andi Harun berharap rencana pemulihan dan revitalisasi pasar mendapat dukungan penuh dari para pedagang dan masyarakat. (TIA)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami


















