BONTANG, Pranala.co – Kinerja pendapatan daerah Kota Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim) menunjukkan tren menggembirakan awal 2026. Hingga akhir Februari, realisasi pajak daerah telah mencapai Rp28,74 miliar, mendekati target Triwulan I yang ditetapkan sebesar Rp34,04 miliar.
Data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bontang mencatat capaian tersebut setara 83,9 persen dari target triwulanan. Sementara itu, dari target tahunan sebesar Rp226,97 miliar—dengan potensi yang diproyeksikan mencapai Rp257,59 miliar—realisasi saat ini telah menyentuh 12,7 persen.
Kepala Bapenda Bontang, Natalia Trisnawati, menilai capaian ini sebagai sinyal positif bagi kinerja pendapatan daerah di awal tahun anggaran.
“Alhamdulillah, capaian ini cukup progresif di awal tahun 2026,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).
Tak hanya mendekati target triwulan, pertumbuhan penerimaan pajak daerah juga menunjukkan peningkatan signifikan. Hingga Februari 2026, terjadi lonjakan sebesar 31,80 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Secara sektoral, kontribusi terbesar masih didominasi pajak tenaga listrik dengan nilai sekitar Rp7,38 miliar. Disusul pajak makan dan minum sebesar Rp6,05 miliar, serta pajak air tanah yang mencapai Rp4,83 miliar. Ketiga sektor tersebut menjadi penopang utama pendapatan pajak daerah saat ini.
“Sektor-sektor ini masih menjadi kontributor dominan dalam penerimaan pajak daerah,” jelas Natalia.
Untuk menjaga tren positif tersebut, Bapenda terus mendorong optimalisasi penerimaan melalui berbagai strategi. Salah satunya dengan meningkatkan kualitas pelayanan kepada wajib pajak serta memperluas penerapan sistem pembayaran berbasis digital.
Langkah ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi, transparansi, serta kepatuhan wajib pajak. Selain itu, digitalisasi juga membantu mempercepat proses transaksi sekaligus meminimalkan potensi kebocoran pendapatan.
Dia menegaskan bahwa peningkatan pajak daerah memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan. Dana yang terkumpul akan dialokasikan kembali untuk kepentingan masyarakat, mulai dari pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan publik, hingga sektor pendidikan dan kesehatan.
“Semua hasilnya akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan dan pelayanan yang lebih baik,” jelas dia. (RED/NIUS)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami



















