Pranala.co, SAMARINDA – Sebanyak 70 armada bus Antar-Kota Antar-Provinsi (AKAP) disiapkan untuk melayani perjalanan pemudik dari Kalimantan Timur menuju Kalimantan Selatan melalui Terminal Tipe A Samarinda Seberang.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi menghadapi lonjakan penumpang menjelang arus mudik Lebaran. Pihak terminal memastikan seluruh armada siap beroperasi agar masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman.
Pengawas Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Samarinda Seberang, Yunita Sari, mengatakan bahwa meskipun kondisi terminal saat ini masih relatif normal, berbagai persiapan terus dimaksimalkan.
“Meskipun saat ini pergerakan penumpang masih standar, kami tetap memaksimalkan persiapan untuk menyambut puncak arus mudik Lebaran,” ujar Yunita Sari di Samarinda, Minggu (8/3/2026).
Puluhan armada tersebut dioperasikan oleh empat perusahaan otobus yang selama ini melayani rute antardaerah di Kalimantan, yakni Damri, Bintang Mas, Pulau Indah Jaya, dan Samarinda Lestari.
Setiap bus memiliki kapasitas sekitar 44 kursi penumpang, sehingga diharapkan mampu mengakomodasi kebutuhan perjalanan masyarakat yang meningkat menjelang Hari Raya Idulfitri.
Pihak terminal memprediksi lonjakan penumpang akan mulai terasa sekitar satu pekan sebelum Idulfitri. Waktu tersebut biasanya bertepatan dengan masa libur sekolah, sehingga jumlah masyarakat yang melakukan perjalanan mudik meningkat signifikan.
Menurut Yunita, kepadatan penumpang juga kerap terjadi pada akhir pekan karena berbarengan dengan momen libur panjang bagi pelajar.
“Kepadatan penumpang biasanya lebih terasa pada akhir pekan karena bertepatan dengan momen liburan anak sekolah,” jelasnya.
Saat ini, aktivitas keberangkatan bus masih relatif stabil dengan sekitar 10 armada berangkat setiap hari. Tingkat keterisian kursi juga belum mencapai kapasitas maksimal.
Tarif Tiket Mulai Rp300 Ribu
Untuk tarif perjalanan, harga tiket bus dari Samarinda menuju Kalimantan Selatan saat ini dipatok sekitar Rp300.000 untuk rute reguler.
Sementara itu, penumpang dengan tujuan Batu Licin dikenakan tarif sedikit lebih tinggi, yakni sekitar Rp330.000 per orang.
Dalam rangka memastikan keselamatan perjalanan, pihak terminal juga rutin melakukan pemeriksaan kelaikan kendaraan (ramp check) terhadap seluruh armada yang akan beroperasi.
Pemeriksaan ini mencakup berbagai aspek teknis kendaraan, seperti kondisi rem, lampu, ban, hingga kelengkapan administrasi kendaraan dan pengemudi.
Langkah tersebut dilakukan untuk meminimalkan risiko kecelakaan serta menjamin keamanan para pemudik selama perjalanan.
Selain memastikan kesiapan armada, pengelola terminal juga meningkatkan berbagai fasilitas publik untuk memberikan kenyamanan bagi penumpang yang menunggu keberangkatan.
Salah satu fasilitas yang kini dapat dimanfaatkan pemudik adalah ruang tunggu di lantai atas yang telah dilengkapi pendingin ruangan (AC).
“Pemudik kini bisa menunggu di ruang tunggu lantai atas yang sudah dilengkapi AC sehingga tidak merasa gerah,” kata Yunita.
Terminal juga menyediakan fasilitas pengisian daya ponsel gratis serta akses internet Wi-Fi yang dapat digunakan penumpang melalui bantuan petugas di meja layanan.
Selain itu, kebersihan fasilitas umum turut menjadi perhatian, dengan penyediaan toilet yang memadai di beberapa titik di lantai atas terminal.
Yunita berharap berbagai peningkatan pelayanan tersebut dapat membuat pengalaman mudik masyarakat tahun ini menjadi lebih aman dan nyaman.
“Harapannya, masyarakat dapat menikmati perjalanan mudik dengan lebih baik karena fasilitas dan pelayanan sudah kami siapkan semaksimal mungkin,” harap dia. (TIA)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami



















