Pranala.co, BONTANG — Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang kembali mencuri perhatian publik lewat program perlengkapan sekolah gratis. Ribuan siswa dari berbagai jenjang kini bisa tersenyum lebar. Tas-tas baru mereka bukan sembarangan: kuat, tebal, dan tahan air.
“Tas yang dibagikan memiliki spesifikasi berkualitas baik. Bahannya tebal dan tahan air,” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, Abdu Safa Muha, saat dihubungi Senin (7/10).
Menurutnya, tas-tas itu tidak dibuat asal-asalan. Desain dan karakternya disesuaikan dengan usia dan jenjang pendidikan siswa.
“Untuk anak PAUD, tasnya bermotif kartun dengan warna cerah dan menarik. Sedangkan untuk SD dan SMP, warnanya hitam elegan, berbahan tahan air, dan kokoh. Dilengkapi pula dengan logo Pemkot Bontang dan slogan Berbenah,” jelasnya.
Jumlahnya pun tak sedikit. Ada 7.900 tas sekolah yang disalurkan kepada siswa-siswi dari 157 satuan pendidikan PAUD, baik negeri maupun swasta. Penyaluran berlangsung bertahap sepanjang Oktober 2025.
Safa menambahkan, untuk jenjang SD dan SMP, pengiriman tas masih berlangsung dari luar daerah. “Begitu tiba, langsung kami distribusikan ke sekolah-sekolah,” ujarnya.
Total anggaran program ini mencapai Rp1,6 miliar, seluruhnya melalui sistem e-katalog. Program tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Bontang memastikan pemerataan akses pendidikan di seluruh wilayah.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menyambut baik pelaksanaan program ini. Menurutnya, bantuan perlengkapan sekolah bukan sekadar soal barang, tapi tentang masa depan.
“Kami ingin memastikan tak ada anak di Bontang yang putus sekolah hanya karena tidak mampu membeli perlengkapan. Pemerintah hadir menjamin akses pendidikan yang setara,” tegasnya.
Kegembiraan pun terlihat di wajah para siswa. Aisyah, siswi TKIT Qurrotayun Assyamil, mengaku sangat senang menerima tas barunya.
“Tasnya bagus. Sekarang saya nggak malu lagi ke sekolah,” ucapnya polos.
Para guru juga merasakan dampak positifnya. Nurlaela, guru SD di Bontang Barat, menilai program ini meningkatkan semangat belajar siswa.
“Anak-anak jadi lebih rajin datang ke sekolah. Mereka merasa diperhatikan dan dihargai,” katanya. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami


















