SAMARINDA, Pranala.co – Pelajar di Samarinda, Kaltim yang masih nekat membawa motor ke sekolah siap-siap kena razia. Razia ini dijadwalkan dimulai 28 Mei 2025, menyasar siswa SMP dan SMA yang belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).
Langkah ini diambil menyusul meningkatnya kasus kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar. Salah satunya insiden yang terjadi di kawasan Palaran pada April lalu.
“Kita tidak bisa terus membiarkan kejadian ini terulang,” tegas Kepala Dishub Samarinda, Hotmarulitua Manalu.
Dishub Samarinda sejatinya sudah mengeluarkan surat edaran larangan bagi pelajar membawa kendaraan pribadi. Namun, larangan tersebut belum cukup efektif mencegah pelanggaran.
“Itulah sebabnya kami lakukan koordinasi dengan Satlantas dan Dinas Pendidikan. Kami minta kepala sekolah ikut menyampaikan dan menegakkan aturan ini,” ujarnya.
Surat edaran Dishub bernomor 500.11.1/0826/100.05 telah dikirim ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan baik tingkat kota maupun provinsi.
Dishub memastikan razia akan digelar langsung di lingkungan sekolah. Pelajar yang kedapatan membawa motor tanpa SIM akan dikenakan tindakan hukum sesuai aturan yang berlaku.
“Ini demi keselamatan mereka. Kami bersama Satlantas akan turun langsung,” kata Manalu.
Orang tua diimbau untuk tidak memfasilitasi anak-anaknya dengan motor jika belum cukup umur. Menurut Manalu, membelikan motor untuk anak di bawah umur bukan bentuk kasih sayang, melainkan membahayakan.
“Kami minta para orang tua paham, ini bukan hanya soal aturan, tapi soal nyawa,” ujarnya.
Pihaknya juga meminta pihak sekolah agar tegas menolak siswa yang membawa kendaraan bermotor ke sekolah. Selain faktor keselamatan, Dishub Samarinda menilai motor pelajar juga menjadi salah satu penyebab kemacetan di lingkungan sekolah.
Sebagai solusi jangka panjang, Dishub Samarinda mengusulkan pengadaan bus pelajar yang akan dimulai dari kawasan Loa Bakung, Sungai Kunjang. Untuk sekolah lainnya, Dishub mendorong siswa menggunakan angkutan umum massal.
“Untuk jadwal razia, kami tidak akan umumkan terbuka. Kami langsung koordinasi dengan kepala sekolah saat hari H,” pungkas Manalu. [RE]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami


















