Pranala.co, JAKARTA – Kabar duka datang dari dunia politik dan keagamaan Indonesia. Surya Dharma Ali, Menteri Agama RI periode 2009–2014, wafat, Kamis dini hari (31/7/2025) di usia 67 tahun.
Ia menghembuskan napas terakhir pukul 04.25 WIB di Rumah Sakit Mayapada Kuningan, Jakarta Selatan.
Jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka Jalan Cipinang Cempedak I Nomor 30, Jatinegara, Jakarta Timur. Rencananya, beliau akan dimakamkan selepas salat Zuhur di Pondok Pesantren Miftahul ‘Ulum, Kampung Mariuk, Cikarang Barat, Bekasi.
Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan (DPP PPP) turut menyampaikan belasungkawa atas wafatnya tokoh besar partai berlambang Ka’bah itu.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya atas wafatnya Bapak H. Surya Dharma Ali, Ketua Umum PPP periode 2007–2014,” tulis akun resmi DPP PPP.
PPP mengenang almarhum sebagai pemimpin yang berdedikasi tinggi, memiliki integritas, dan konsisten memperjuangkan nilai-nilai keislaman, keadilan, serta persatuan.
Karier Panjang Sejak Mahasiswa
Lahir di Jakarta, Surya Dharma Ali menempuh pendidikan tinggi di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syarif Hidayatullah. Semasa kuliah, ia aktif di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan pada 1985 terpilih menjadi Ketua Umum PB PMII.
Setelah lulus pada 1984, Surya sempat bekerja di sektor ritel, namun tak pernah lepas dari aktivitas politik. Ia mulai aktif di Partai Persatuan Pembangunan (PPP), hingga akhirnya menjabat sebagai Ketua DPP.
Jabatan Strategis di Pemerintahan dan Partai
Karier politiknya terus menanjak. Pada Pemilu 1999, ia terpilih sebagai anggota DPR RI dan kembali dipercaya pada periode 2004–2009. Namun jabatan tersebut tidak diselesaikannya karena diangkat oleh Presiden SBY menjadi Menteri Koperasi dan UKM RI.
Tahun 2007, ia terpilih menjadi Ketua Umum PPP menggantikan Hamzah Haz. Nama Surya makin berkibar ketika kembali dipercaya menjadi Menteri Agama pada kabinet kedua Presiden SBY, dari 2009 hingga 2014.
Dedikasi Surya Dharma Ali dalam dunia politik, pendidikan, dan keagamaan telah meninggalkan jejak panjang bagi bangsa. Terlepas dari segala dinamika yang pernah terjadi, kepergian beliau membawa duka mendalam bagi keluarga, rekan, dan banyak pihak yang pernah bekerja sama dengannya.
Doa mengalir untuk almarhum. Semoga mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.
“Kami mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga. Semoga diberi kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi ujian ini. Al-Fatihah,” tutup pernyataan DPP PPP. (RE)



















