Pranala.co, SAMARINDA — Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2026, Pemerintah Kota Samarinda bersama Polresta dan unsur Forkopimda turun langsung ke lapangan. Mereka memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman dan harga kebutuhan masyarakat tidak melonjak.
Sidak berlangsung Rabu (10/12) pagi. Dipimpin Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, rombongan bergerak ke empat titik vital: Pasar Merdeka, SPBU Sentosa, Indogrosir, dan Sub Drive Bulog Samarinda. Turut mendampingi Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar, Kasat Reskrim AKP Agus Setyawan, perwakilan Kejaksaan, DPRD, Kodim, Disperindag, Bank Indonesia, dan BPOM.
Hasil pengecekan menunjukkan stok bahan pokok di Samarinda berada pada kondisi aman. Di Gudang Bulog, beras medium tercatat mencapai 6.443.381 kilogram. Angka ini dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga lima bulan mendatang.
Meski stok aman, tim menemukan adanya kenaikan harga pada beberapa komoditas. Cabai dan bawang merah menjadi dua bahan pokok yang mengalami fluktuasi paling mencolok. Kondisi ini terpantau langsung saat pengecekan di Pasar Merdeka.
Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, menegaskan bahwa aspek keamanan dan distribusi pangan menjadi prioritas utama menjelang perayaan hari besar keagamaan.
“Dari aspek keamanan, kami memastikan seluruh jalur distribusi dan ketersediaan barang aman menjelang Natal dan Tahun Baru,” ujarnya.
Ia menambahkan, kepolisian akan terus memonitor potensi gangguan distribusi serta mengantisipasi upaya penimbunan dan praktik curang lainnya.
Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, menyebut bahwa pemerintah akan segera menindaklanjuti temuan kenaikan harga tersebut.
“Kami melihat adanya fluktuasi harga signifikan pada cabai dan bawang merah. Pemkot akan menggelar rapat koordinasi untuk menstabilkan harga demi ketenangan masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa stabilitas harga kebutuhan pokok merupakan prioritas pemerintah daerah, terutama di akhir tahun ketika permintaan biasanya meningkat.
Sidak terpadu ini menjadi langkah antisipatif pemerintah dan aparat keamanan. Tujuannya: memastikan harga tetap terkendali, stok tersedia, dan masyarakat bisa menyambut Natal serta Tahun Baru tanpa kekhawatiran akan lonjakan harga pangan. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami


















