Pranala.co, SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda memperketat pengawasan terhadap ketersediaan stok dan stabilitas harga bahan pokok menjelang bulan suci Ramadan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang tanpa dibayangi kekhawatiran lonjakan harga atau kelangkaan barang.
Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, mengatakan pengawasan dilakukan melalui inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik distribusi dan perdagangan. Beberapa lokasi yang disambangi antara lain pangkalan elpiji di Jalan Dr. Sutomo, Pasar Segiri, SPBU di Jalan Urip Sumoharjo, pusat grosir Indogrosir, hingga distributor beras di kawasan Dermaga.
“Kami ingin memastikan stok tersedia dan harga tetap terkendali. Jangan sampai ada penimbunan, manipulasi takaran, atau permainan harga yang merugikan masyarakat,” ujar Saefuddin.
Saat meninjau SPBU, Saefuddin memastikan pasokan bahan bakar minyak, khususnya solar, dalam kondisi mencukupi. Petugas turut memeriksa segel mesin pengisian guna mencegah potensi kecurangan takaran.
Berdasarkan hasil pengecekan menggunakan alat ukur resmi, tidak ditemukan indikasi manipulasi pada mesin pompa.
“Hasil pengecekan mesin aman, tidak ada manipulasi. Memang ada sedikit fluktuasi teknis, tetapi masih dalam batas wajar karena faktor pada kran keluar,” jelasnya.
Pengawasan juga dilakukan terhadap distribusi tabung gas elpiji menyusul laporan warga terkait dugaan isi tabung yang berkurang. Pemerintah kota menginstruksikan penimbangan ulang dan pendokumentasian ketat untuk memastikan berat tabung sesuai standar sebelum sampai ke konsumen.
Terkait klaim penyusutan berat akibat penguapan selama penyimpanan, Pemkot akan berkoordinasi dengan Bagian Ekonomi guna mengecek langsung proses pengisian di SPAD Tanah Merah.
Dalam sidak tersebut, tim menemukan stok beras di Indogrosir sempat kosong akibat keterlambatan pengiriman. Distributor beras di kawasan Dermaga juga mengakui adanya hambatan logistik karena gelombang tinggi di jalur pelayaran. Meski demikian, pasokan diperkirakan kembali normal pada akhir bulan ini.
Di sisi lain, harga sejumlah kebutuhan dapur di Pasar Segiri terpantau relatif stabil. Bawang putih dijual sekitar Rp42.000 per kilogram, bawang merah Rp40.000 per kilogram, ayam potong Rp32.000 per kilogram, dan cabai Rp65.000 per kilogram.
Secara umum, Pemerintah Kota Samarinda menyimpulkan ketersediaan bahan pokok masih dalam kategori aman dan mencukupi. Kendala distribusi dinilai bersifat sementara dan dipengaruhi faktor cuaca.
Saefuddin mengimbau seluruh pelaku usaha menjaga integritas dan tidak memanfaatkan momentum Ramadan untuk menaikkan harga secara tidak wajar.
“Kami memastikan kebutuhan masyarakat tetap tersedia. Kami minta tidak ada pihak yang mengambil keuntungan berlebihan di tengah momen ibadah ini,” tegasnya. (TIA)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami


















