Pranala.co, BONTANG – Pemerintah Kota Bontang mengakui bahwa monitoring beras yang dilakukan belum maksimal. Pengawasan yang dilaksanakan pekan lalu ternyata belum menyentuh aspek kualitas beras, hanya berdasarkan merek dagang.
Hal ini disampaikan Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKP3 Bontang, Debora Kristiani, Senin (21/7/2025).
“Monitoring kemarin memang belum sampai pada pemeriksaan kualitas. Kami baru melihat dari sisi merek saja,” ujar Debora.
Ia menjelaskan bahwa pengawasan tersebut dilakukan pada Jumat, 18 Juli 2025, oleh tim gabungan dari DKP3 dan Polres Bontang. Mereka memeriksa beras di beberapa supermarket dan pasar tradisional.
Fokus pengawasan saat itu mengarah pada dua merek yang dicurigai berisi beras oplosan, yakni Sania dan Fortune.
“Dua merek itu terindikasi digunakan sebagai kemasan beras oplosan. Tapi di lapangan, penjual hanya menyetok dalam jumlah sedikit karena harganya masuk kategori kelas atas,” jelasnya.
Meski belum ada hasil laboratorium, pihak DKP3 sudah memberi imbauan kepada pedagang.
“Yang sudah terlanjur menjual silakan habiskan stoknya. Tapi kami sarankan tidak mengorder lagi untuk sementara,” tegas Debora.
Guna mengantisipasi peredaran beras oplosan di Bontang, DKP3 akan kembali melakukan monitoring, kali ini dengan fokus pada pemeriksaan kualitas beras secara menyeluruh.
Langkah ini diambil sebagai bentuk perlindungan konsumen, sekaligus memastikan bahwa beras yang beredar aman dan layak konsumsi.
“Kami ingin memastikan masyarakat Bontang mengonsumsi beras yang benar-benar berkualitas dan tidak tercampur,” tutup Debora.
Dirinya juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan segera melapor bila menemukan ciri-ciri beras mencurigakan di pasaran.
[ZIZ]

















