Bontang, PRANALA.CO – Sekelompok masyarakat mengatasnamakan dirinya Aliansi Pemuda Peduli Pendidikan (AP3) mendesak kejelasan tentang dugaan penggunaan ijazah palsu Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Hasdam, Senin (21/4/2025).
Audiensi ini dipimpin langsung Wakapolres Bontang, Kompol Faizal Risa, didampingi jajaran Satreskrim dan Satintelkam. Sementara dari pihak AP3 hadir Ketua Andi M Nasir, Humas Ical Ahmeed, Lawyer Ngabidin Nur Cahyo, serta beberapa anggota lainnya.
Sudah sejak akhir November 2024 lalu, laporan atas nama LSM Pusat Hubungan Masyarakat (PHM) Bontang masuk ke Polres. Dan prosesnya tidak berhenti di meja resepsionis. Surat perintah penyelidikan telah keluar. Keterangan dari pihak-pihak yang dianggap berkaitan telah dimintai: dari Yayasan Miliana hingga Universitas Tri Darma. Bahkan klarifikasi dari Kemenristekdikti pun sudah dimintakan.
“Kami sedang mendalami dari sisi administratif dan juga hukum pidana. Karena ini menyangkut lembaga pendidikan, kami butuh pendapat ahli,” jelas Kasat Reskrim AKP Hari Supranoto mengutip laman resmi Polres Bontang, Selasa (22/4/2025).
Dalam proses yang tak bisa diselesaikan secepat membalik telapak tangan itu, satu hal tetap dijaga: komitmen. “Kami ingin masalah ini tuntas, supaya ada kepastian hukum. Tidak hanya bagi pelapor, tapi juga terlapor,” ujarnya lagi.
Di sisi lain, AP3 datang hanya ingin kejelasan. Sebab menurut mereka, dugaan ijazah palsu bukan hanya persoalan individu, melainkan soal kehormatan lembaga wakil rakyat.
“Jangan sampai publik disuguhi spekulasi. Ini menyangkut kredibilitas DPRD kita. Kami hanya ingin hukum ditegakkan secara adil dan terbuka,” ucap pengacara mereka, Ngabidin Nur Cahyo.
Di tengah dinamika ini, Kapolres Bontang AKBP Alex FL Tobing angkat suara. Ia menyampaikan apresiasi terhadap semangat kritis yang ditunjukkan AP3. Dalam kesempatan terpisah, ia menegaskan bahwa pihaknya akan menjaga transparansi proses, sembari tetap memastikan kondusifitas kota tetap terjaga.
“Kami harap semua pihak bersabar. Serahkan pada proses hukum. Jangan ada yang menyebarkan spekulasi liar yang bisa menimbulkan keresahan,” tuturnya tegas. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami


















Comments 2