Pranala.co, BALIKPAPAN – Panggung Grand Final Duta Pelajar Sadar Hukum Tingkat Kalimantan Timur (Kaltim) 2025 akhirnya menemukan dua nama terbaiknya. Firsty Lonia Br Damanik dan M. Gilang Ridwannudin, pasangan pelajar dari SMAN 10 Samarinda, resmi dinobatkan sebagai Duta Pelajar Sadar Hukum Kaltim 2025.
Acara bergengsi yang digelar di Ballroom Platinum Hotel & Convention Hall Balikpapan, Kamis (13/11/2025), ini merupakan hasil kolaborasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim bersama Kejaksaan Tinggi Kaltim.
Di babak final, SMAN 10 Samarinda harus beradu wawasan dan kemampuan komunikasi dengan dua finalis lainnya. Juara II diraih pasangan Ahmad Fahri Abdillah dan Dian Aqiilah Zayyan dari SMAN 3 Unggulan Tenggarong.
Juara III disabet pasangan Ocha Sisilia Faraditha Missi dan Jordan Firohman dari SMA Prima YPPSB. Nama Dian Aqiilah Zayyan bahkan keluar sebagai The Best Speaker 2025, berkat penyampaiannya yang lugas dan argumentatif.
Para pemenang bukan hanya membawa pulang plakat dan piagam. Mereka juga berhak atas uang pembinaan: Juara I: Rp10 juta; Juara II: Rp9 juta; Juara III: Rp8 juta; Harapan I: Rp7 juta; Harapan II: Rp6 juta; Harapan III: Rp5 juta; Juara Favorit: Rp2,5 juta; Best Speaker: Rp2,5 juta.
Tidak hanya itu, para juara juga mendapat kesempatan beasiswa kuliah di Fakultas Hukum Universitas Mulawarman.
Kegiatan Duta Pelajar Sadar Hukum ini telah memasuki tahun keenam pelaksanaannya. Tujuannya jelas: menghadirkan generasi muda yang paham hukum, berintegritas, dan bisa menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Kepala Kejaksaan Tinggi Kaltim, Assoc. Prof. Dr. Supardi, menegaskan bahwa pemilihan duta bukan sekadar soal menang atau kalah.
“Ini adalah awal setelah menjadi duta sadar hukum. Bukan soal menang atau kalah, tapi bagaimana bisa mengedukasi dan menjadi penggerak dalam membentuk masyarakat yang sadar hukum,” ujarnya.
Ia berharap para duta dapat terus berkembang dan menjadi contoh positif bagi teman-teman sebayanya.
Melalui program ini, pemerintah ingin memastikan pelajar tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memahami pentingnya aturan dan etika dalam kehidupan sehari-hari. Dengan adanya pembinaan hukum sejak bangku sekolah, generasi muda diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang kritis dan bertanggung jawab. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami



















