Pranala.co, SANGATTA — Meningkatnya aktivitas jual beli selama Ramadan selalu diikuti lonjakan permintaan makanan, minuman, obat-obatan, dan kosmetik. Kondisi itu berpotensi dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab dengan mengedarkan produk kedaluwarsa atau tanpa izin edar.
Mengantisipasi hal tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Timur memastikan akan memperketat pengawasan selama Ramadan 2026.
Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur, Yuwana Sri Kurniawati, mengatakan langkah pengawasan akan dilakukan melalui inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah titik distribusi setelah koordinasi lintas sektor rampung dilaksanakan.
“Jadi tahun ini kita akan memulai rencana tindak lanjut karena memang sudah waktunya memberikan pembinaan sekaligus pengawasan terhadap makanan dan obat,” ujarnya, Minggu (22/2/2026).
Sidak akan menyasar berbagai tempat penjualan, mulai dari toko kelontong, swalayan, minimarket, hingga pusat penjualan parcel Ramadan. Pemeriksaan difokuskan pada masa kedaluwarsa produk, kondisi kemasan, kelengkapan izin edar, serta kelayakan konsumsi barang yang dipasarkan.
Menurut Yuwana, pengawasan terhadap parcel menjadi perhatian khusus karena produk tersebut umumnya dibeli dalam jumlah besar dan dibagikan kepada masyarakat.
“Jangan sampai parcel yang diberikan kepada masyarakat ternyata berisi produk kedaluwarsa atau tidak layak konsumsi,” tegasnya.
Selain pangan, pengawasan juga akan mencakup obat-obatan dan kosmetik yang berpotensi mengandung bahan berbahaya atau belum terdaftar secara resmi. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan seluruh produk yang beredar memenuhi ketentuan perundang-undangan.
Dinas Kesehatan juga akan memberikan edukasi kepada pelaku usaha sebagai bagian dari pembinaan. Pedagang diharapkan memahami kewajiban melakukan pengecekan masa berlaku, kondisi kemasan, serta legalitas produk sebelum dipasarkan kepada konsumen.
Yuwana menyebutkan, hingga saat ini kegiatan masih dalam tahap persiapan dan koordinasi lintas sektor. Belum ada temuan pelanggaran karena sidak belum dilaksanakan.
“Untuk tahun ini kita baru melaksanakan rapat koordinasi, jadi belum ada temuan. Kegiatan pengawasan akan segera berjalan,” katanya. (HAF)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















