Pranala.co, SANGATTA — Kecamatan Sangkulirang mulai mematangkan langkah menghadapi tahapan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) sebagai bagian dari penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027. Tantangan pemerataan layanan publik di wilayah pesisir menjadi perhatian utama dalam proses perencanaan tersebut.
Camat Sangkulirang definitif, Cipto Buntoro, mengatakan karakter wilayah Sangkulirang yang memiliki sebaran desa cukup luas menuntut penguatan koordinasi lintas sektor. Hal itu terutama menyangkut pelayanan pemerintahan, administrasi kependudukan, hingga layanan kesehatan.
Sangkulirang tercatat sebagai kecamatan dengan jumlah desa terbanyak di Kabupaten Kutai Timur, yakni 15 desa. Kondisi geografis tersebut, menurut Cipto, menjadi tantangan tersendiri dalam memastikan pelayanan publik dapat menjangkau seluruh masyarakat secara merata.
“Ini menjadi perhatian utama kami, bagaimana pelayanan pemerintahan bisa dirasakan oleh seluruh warga, tanpa terkecuali,” ujar Cipto di Sangatta, Senin (26/1).
Selain peningkatan kualitas layanan pemerintahan, penguatan ekonomi masyarakat pesisir juga menjadi agenda penting. Pemerintah kecamatan berencana mengoptimalkan potensi kelautan dan perikanan sebagai penopang kesejahteraan warga.
Untuk itu, kolaborasi dengan Dinas Perikanan Kabupaten Kutai Timur serta Dinas Kelautan Provinsi Kalimantan Timur akan diperkuat, khususnya dalam mendukung aktivitas nelayan dan pengembangan usaha berbasis hasil laut.
Di sektor pariwisata, Desa Pulau Miang terus didorong menjadi destinasi unggulan. Sejumlah sarana pendukung seperti homestay dan transportasi laut dinilai mulai menunjukkan perkembangan, meski masih memerlukan peningkatan.
“Kami akan berkolaborasi lebih intens dengan Dinas Pariwisata untuk meningkatkan fasilitas pendukung, agar wisatawan, baik dari dalam maupun luar daerah, merasa nyaman,” kata Cipto.
Ia menambahkan, pengembangan pariwisata juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama yang bergerak di bidang pengolahan hasil perikanan.
Meski demikian, persoalan infrastruktur masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu mendapat perhatian serius. Akses jalan menuju Desa Pulau Miang serta konektivitas antar desa dinilai belum optimal.
Kondisi jalan poros Sangkulirang–Maloy yang berstatus non-status, termasuk akses di wilayah Sangkulirang seberang sepanjang sekitar 65 kilometer, menjadi salah satu isu utama yang akan diusulkan dalam Musrenbang.
Di sektor energi dan konektivitas, perkembangan positif mulai terlihat. Jaringan listrik PLN saat ini telah menjangkau enam desa, mulai dari Desa Tepian Terap hingga Desa Pelawan, dengan target penyalaan sebelum Lebaran 2026.
Ke depan, Kecamatan Sangkulirang diharapkan dapat berkembang sebagai kawasan pesisir dan pariwisata yang tertata. Dukungan infrastruktur, sanitasi, kebersihan lingkungan, serta perencanaan pembangunan yang berkelanjutan menjadi prasyarat agar pertumbuhan wilayah dapat berjalan seimbang dan inklusif. (HAF)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami



















