• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Minggu, April 5, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Kaltim
    • Bontang
    • Samarinda
    • Balikpapan
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Islampedia
  • Visual
    • Infografis
    • Video
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Kaltim
    • Bontang
    • Samarinda
    • Balikpapan
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Islampedia
  • Visual
    • Infografis
    • Video
  • Kolom
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Kaltim

Satu Keluarga di Bantaeng Bunuh Anak Sendiri, Dianggap Aib Akibat Seks sebelum Nikah

Suriadi Said by Suriadi Said
12 Mei 2020 | 23:43
Reading Time: 2 mins read
0
Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

Pembunuhan keji di Bantaeng ini diketahui tetangga tanpa sengaja, mulanya sempat dikira kasus kerasukan massal. Polisi menganggapnya dimotivasi budaya siri’.

SATU KELUARGA di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, sempat dikira tetangga kerasukan massal karena mempraktikkan ilmu hitam, Sabtu 9 Mei lalu. Kekerasan pertama kali dilakukan Kepala keluarga ini, berinisial D, 50 tahun, yang sehari-hari bekerja sebagai petani. Dia mengamuk di depan rumahnya, menyandera tiga orang tetangga. Salah satu sandera dibacok dengan badik hingga terluka.

Salah satu sandera yang berhasil meloloskan diri kemudian melapor ke polisi karena melihat ada mayat dalam rumah itu. Polisi kemudian datang untuk meringkus penghuni, namun mendapat perlawanan dari semua penghuni. Salah satunya dari istri D yang terus menjerit. Dimulai pada tengah hari, polisi baru berhasil membekuk semua penghuni rumah pada pukul 17.30 WITA.

PILIHAN REDAKSI

Kriminalitas di Kutim Turun, 622 Kasus sepanjang 2025

Kriminalitas di Kutim Turun, 622 Kasus sepanjang 2025

31 Desember 2025 | 20:48
Angka Kriminalitas Bontang Menurun, Kasus Pencurian Masih Dominan

Angka Kriminalitas Bontang Menurun, Kasus Pencurian Masih Dominan

30 Desember 2025 | 12:09

Saat menyisir rumah, polisi kemudian menemukan mayat R, gadis 18 tahun putri kandung D. Dari pemeriksaan, diketahui bahwa korban dibunuh secara sadis dengan cara digorok dengan parang dan dipukuli kayu oleh kedua kakak lelakinya. R dibunuh setelah dalam interogasi keluarga, ia mengaku telah menjalin hubungan dengan sepupunya sendiri, U, 45 tahun.

Adapun U adalah sandera yang dibacok D pada keributan Sabtu siang tersebut. Pembunuhan R dilakukan atas sepengetahuan penghuni rumah, yakni D, istrinya, anak dan menantu, serta dua cucu yang masih kanak-kanak. Total, ada 12 orang yang tinggal di rumah tersebut.

Pemeriksaan polisi tersebut mengoreksi dugaan yang tersebar di masyarakat sebelumnya, bahwa R dibunuh sebagai tumbal praktik ilmu hitam.

“Korban dibunuh karena siri’, korban berhubungan dengan Usman alias Sumang yang masih sepupu dengan korban. Akhirnya keluarga malu karena korban Rosmini ini berbuat atau berhubungan badan dengan Usman,” demikian keterangan Kapolres Bantaeng AKBP Wawan kepada Detik, Senin (11/5).

Polisi telah menetapkan kedua kakak korban sebagai tersangka. Pasal yang disangkakan adalah pasal penganiayaan dan kekerasan kepada anak. Sementara sang ayah, D, sejauh ini hanya menjadi saksi.

Gosip bahwa keluarga ini melakukan praktik ilmu hitam muncul karena ada desas-desus, tetangga sudah melihat korban dan seorang kakak perempuannya tampak aneh dan berbicara melantur, dua hari sebelum keributan itu terjadi. Namun, polisi membantah rumor tersebut.

“Masalah lain seperti pesugihan dan segala macam itu tidak ada. Kita sudah cek rumah itu tidak ada. Terus ada [isu] ditemukan mangkok berisi darah, itu tidak ada,” kata Wawan kepada Bukamatanews. Polisi akan mendatangkan psikiater untuk memeriksa kondisi jiwa pelaku yang tega menggorok saudara kandungnya sendiri.

Pembunuhan untuk menjaga nama baik keluarga (honor killing) lebih lazim muncul di kawasan Asia Selatan, seperti Pakistan dan Bangladesh. Di Indonesia, kasus semacam ini cukup jarang. Konsep budaya siri’ yang disitir polisi lebih terkait rasa malu dan pentingnya seseorang menjaga marwah dan harga diri dari tindakan tercela. Meski begitu, siri’, sebagaimana carok di Madura, memang kadang berakhir dengan kekerasan berdarah. Namun sejauh ini data untuk mengaitkan kekerasan atau pembunuhan dengan motif tradisi itu sulit dikuantifikasi. (*/nz)

Tags: BantaengBudayaKriminalitasSulawesi Selatan
Previous Post

Big Reds Bontang Bagi Ratusan Masker dan Sembako untuk Lansia

Next Post

Jangan Mudik ke Samarinda!

BACA JUGA

KEK Maloy Batuta Pemkab Kutim Siapkan 500 Hektare Lahan untuk Optimalisasi KEK Maloy

Investasi Besar Menanti! KEK Maloy Batuta Kaltim Dikelola Lebih Profesional

4 April 2026 | 23:43
Pemkab Kutim Usulkan 280 Formasi ASN 2026, Antisipasi Banyaknya Pensiun Kutim Ajukan 250 Formasi ASN, Antisipasi Pensiun Pegawai

Pemkab Kutim Usulkan 280 Formasi ASN 2026, Antisipasi Banyaknya Pensiun

4 April 2026 | 21:24
Infrastruktur Kutim Masih 40 Persen

Infrastruktur Kutim Masih 40 Persen

4 April 2026 | 21:16
Seleksi JPT Pratama Kutim 2026; 23 Peserta Berebut 4 Posisi Kepala Dinas

Seleksi JPT Pratama Kutim 2026; 23 Peserta Berebut 4 Posisi Kepala Dinas

4 April 2026 | 21:09
ASN Kaltim Langgar WFA Kena Sanksi, TPP Dipotong hingga 2 Persen per Hari Pemprov Kaltim Terapkan WFA bagi ASN saat Libur Nyepi dan Idulfitri 2026, Ini Jadwalnya Mulai 2026, PNS Wajib Aktifkan MFA ASN Digital, Ini Langkah-Langkahnya Jelang Nataru, Pemkab Kutim Terapkan Pola Kerja Fleksibel bagi ASN Gaji Tunggal ASN Diwacanakan Berlaku 2026, Begini Respons Pemkot Bontang Mulai 1 Juni, Jam Kerja ASN di Mahulu Diubah: Ini Jadwal Lengkapnya

ASN Kaltim Langgar WFA Kena Sanksi, TPP Dipotong hingga 2 Persen per Hari

4 April 2026 | 20:53
Pemprov Kaltim Terapkan WFA, ASN Wajib Absensi Online dan Lapor Kinerja

Pemprov Kaltim Terapkan WFA, ASN Wajib Absensi Online dan Lapor Kinerja

4 April 2026 | 20:34
Next Post

Jangan Mudik ke Samarinda!

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Tidak Ada Gelombang PHK PPPK Bontang, tapi TPP Terancam Dipangkas

Tidak Ada Gelombang PHK PPPK Bontang, tapi TPP Terancam Dipangkas

30 Maret 2026 | 19:05
Tagihan Air Membengkak? PDAM Bontang Jelaskan Penyebab dan Solusinya Distribusi Air dari WTP KS Tubun Mati Total Akhir Pekan Ini

Tagihan Air Membengkak? PDAM Bontang Jelaskan Penyebab dan Solusinya

3 April 2026 | 21:21
ASN Bontang Berkinerja Buruk Terancam Potong TPP ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

28 Agustus 2025 | 09:11
Jadwal Keberangkatan Kapal PELNI di Pelabuhan Semayang Balikpapan Periode 1-11 April 2026 Jadwal Kapal Pelni Juli 2025 dari Balikpapan dan Bontang, Cek Lengkapnya di Sini Jadwal Kapal Pelni Balikpapan Juli 2025 Resmi Rilis, Cek Tanggal dan Rute Lengkapnya di Sini

Jadwal Keberangkatan Kapal PELNI di Pelabuhan Semayang Balikpapan Periode 1-11 April 2026

29 Maret 2026 | 21:14
Jadwal Kapal PELNI dari Bontang April 2026 Resmi Dirilis, Ini Rute dan Jam Keberangkatannya Jalur Laut Masih Rawan, Polres Bontang Perketat Pengawasan Narkoba di Pelabuhan

Jadwal Kapal PELNI dari Bontang April 2026 Resmi Dirilis, Ini Rute dan Jam Keberangkatannya

29 Maret 2026 | 20:24

Terbaru

Gol Boaz Solossa di Injury Time Hancurkan Asa Persiba Balikpapan

Gol Boaz Solossa di Injury Time Hancurkan Asa Persiba Balikpapan

5 April 2026 | 00:05
5.800 Jemaah Haji 2026 Bakal Melewati Embarkasi Balikpapan Kaltim 2.580 Jemaah Haji Kaltim Siap Terbang Mei Ini, Masa Tunggu Tembus 36 Tahun Proses Pelunasan Biaya Haji Kaltim 2025 Dibuka, Simak Tahapan dan Jadwalnya! 7 Jemaah Haji Embarkasi Balikpapan Meninggal Dunia, Mayoritas Berusia Lanjut Biaya Ibadah Haji Embarkasi Balikpapan Rp50,7 Juta

5.800 Jemaah Haji 2026 Bakal Melewati Embarkasi Balikpapan Kaltim

4 April 2026 | 23:55
KEK Maloy Batuta Pemkab Kutim Siapkan 500 Hektare Lahan untuk Optimalisasi KEK Maloy

Investasi Besar Menanti! KEK Maloy Batuta Kaltim Dikelola Lebih Profesional

4 April 2026 | 23:43
Kabar Duka: Wakil Ketua DPRD Bontang, Maming Tutup Usia

Kabar Duka: Wakil Ketua DPRD Bontang, Maming Tutup Usia

4 April 2026 | 22:43

Jalan Seruling 4 RT 21 Nomor 74E
Kelurahan Bontang Baru, Kota Bontang
Kalimantan Timur, Indonesia

Telepon : 0811-5423-245
Iklan : [email protected]

  • NASIONAL
  • KALTIM
  • BALIKPAPAN
  • SAMARINDA
  • BONTANG
  • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • LEISURE
  • ISLAMPEDIA
  • INFOGRAFIS
  • VIDEO
  • KOLOM
COPYRIGHT © 2023 PRANALA.CO, ALL RIGHT RESERVED
Managed by Aydan Putra
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Kaltim
    • Bontang
    • Samarinda
    • Balikpapan
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Islampedia
  • Visual
    • Infografis
    • Video
  • Kolom

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved