Pranala.co, SAMARINDA — Menjelang akhir tahun 2025, Kota Samarinda memasuki status siaga penuh. Pemerintah Kota Samarinda bersama TNI dan Polri menyatakan kesiapan total mengamankan perayaan Natal dan Tahun Baru 2025/2026.
Kesiapan itu diwujudkan melalui Operasi Lilin Mahakam 2025. Seluruh unsur dikerahkan. Keamanan, ketertiban, hingga stabilitas harga pangan menjadi fokus utama.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menegaskan pengamanan tidak hanya menyasar rumah ibadah. Aktivitas masyarakat di ruang publik juga menjadi perhatian serius.
“Instruksi kami jelas. Distribusi bahan pokok harus lancar. Harga tetap stabil. Dan kehadiran petugas di lapangan harus benar-benar dirasakan masyarakat,” tegas Andi Harun.
Pemkot Samarinda mengintegrasikan personel Satpol PP dan Dinas Perhubungan. Mereka bersinergi dengan Polri dan TNI. Tujuannya satu: memastikan mobilitas warga berjalan aman dan tertib, terutama di titik-titik vital kota.
Menurut Andi Harun, kehadiran aparat di lapangan adalah wujud nyata kehadiran negara. Negara harus memberi rasa aman, baik bagi warga yang beribadah maupun yang menikmati libur akhir tahun.
Dalam Operasi Lilin Mahakam 2025, personel gabungan disiagakan di sejumlah pos strategis. Pusat komando dan koordinasi berada di Pos Terpadu Jalan Gajah Mada.
Sementara itu, layanan publik bagi warga yang bepergian dipusatkan di Pos Pelayanan Pelabuhan Samarinda dan Bandara APT Pranoto.
Pengamanan juga diperketat di pusat keramaian. Mulai dari kawasan Citra Niaga, Pasar Palaran, hingga pusat perbelanjaan seperti Mall Lembuswana dan Big Mall.
Sektor rumah ibadah menjadi prioritas utama. Tercatat, 111 gereja akan melaksanakan ibadah Natal di Samarinda.
Pengamanan dibagi berdasarkan jumlah jemaat. Empat gereja dengan estimasi jemaat hingga 2.000 orang mendapat penjagaan ekstra dari puluhan personel gabungan. Di antaranya Gereja Katedral Santa Maria Penolong Abadi dan GPIB Jemaat Immanuel.
Langkah ini ditegaskan sebagai komitmen Pemkot Samarinda dalam menjaga toleransi dan menjamin kebebasan beribadah secara aman.
Untuk malam pergantian tahun, Pemkot mengarahkan pusat perayaan resmi di Teras Samarinda. Pengaturan ini dilakukan demi mengendalikan kerumunan dan menjaga keamanan kota.
Pengawasan ketat juga diberlakukan di jembatan-jembatan utama serta kawasan Lambung Mangkurat. Aktivitas dibatasi hingga pukul 01.00 WITA guna mencegah kemacetan dan gangguan keamanan.
Menutup pernyataannya, Andi Harun mengimbau masyarakat merayakan tahun baru dengan sederhana dan bermartabat.
“Jaga ketertiban. Jaga kebersamaan. Mari tutup tahun ini dengan aman dan penuh rasa persaudaraan,” pungkasnya. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami



















