Pranala.co, SAMARINDA — Komisi IV DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) bergerak cepat merespons kebutuhan fasilitas pendidikan menengah. Fokusnya pada pembangunan Unit Sekolah Baru (USB), penegerian sekolah swasta, dan kesiapan lahan.
Rapat Dengar Pendapat (RDP) digelar di Gedung E lantai 1 Kantor DPRD Kaltim, Rabu (26/11/2025). Hadir perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III.
Komisi IV membahas usulan dari Kutai Kartanegara (Kukar) terkait pembangunan sekolah baru dan penegerian SMA swasta. Tujuannya mengatasi keterbatasan sekolah yang memaksa siswa menempuh jarak jauh.
Wakil Ketua Komisi IV, Andi Satya Adi Saputra, menegaskan, tingginya permintaan sekolah baru dipicu populasi siswa yang meningkat. Sistem zonasi semakin memperparah kondisi, siswa harus menempuh jarak hingga 30 kilometer.
“Usulan ini muncul karena terbatasnya jumlah sekolah. Jarak jauh jelas tidak ideal bagi proses belajar mengajar,” jelas Andi Satya.
Komisi IV memastikan semua usulan lahan dinilai kelayakannya secara cermat. Syarat mutlak, status lahan harus “clean and clear”, agar proses anggaran dan pembangunan lancar tanpa sengketa.
Dalam RDP, lima usulan lahan dari Disdikbud Wilayah III dibahas. Lokasinya di Marang Kayu, Loa Wi, dan Kota Bangun. Beberapa lahan masih dalam proses hibah, sementara lain berstatus milik yayasan yang ingin dinegerikan.
Andi Satya juga mengingatkan tantangan anggaran. APBD 2026 diproyeksikan ada pemotongan, sehingga pembangunan harus rasional.
Meski fokus utama pada Kukar, Komisi IV menekankan perhatian tidak terbatas satu kabupaten. Balikpapan justru tercatat wilayah dengan kebutuhan SMA tertinggi, dengan dua unit sekolah baru dalam rencana pembangunan tahun depan.
Samarinda Kota dan Samarinda Ilir juga mendapat sorotan. Saat ini, hanya SMA 2 yang menanggung beban siswa dari kedua wilayah besar tersebut.
“Harapannya, Kaltim bisa menambah sekolah, mengurangi beban sekolah lama, dan menghapus ketimpangan akses pendidikan antarwilayah,” kata Andi Satya.
Pembangunan dan penegerian sekolah baru diharapkan memastikan setiap anak usia sekolah di Kaltim mendapat fasilitas pendidikan yang layak dan mudah dijangkau. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami


















