BALIKPAPAN – Salat Iduladha adalah salat sunah yang dikerjakan pada hari ke-10 Zulhijah. Perihal hukum ibadah ini, ada yang berpendapat bahwa salat Id berpredikat fardhu ‘ain, sedangkan yang lain mengatakan sunnah muakkad.
Namun, disebutkan dalam buku Panduan Shalat Sunah & Shalat Khusus oleh Dr. Sa’id bin Ali bin Wahaf Al-Qahthani, Muhammad bin Shalih Utsaimin mengatakan, pendapat yang lebih kuat adalah bahwa salat Idul Adha berhukum fardhu ‘ain.
Hukum Salat Iduladha
Sebelum mengetahui niat, tata cara, dan bacaan salat Iduladha, ada baiknya untuk mengetahui terlebih dahulu mengenai jenis hukumnya dalam Islam.
Para ulama menjelaskan bahwa hukum salat Iduladha adalah sunah muakkadah.
Artinya, ini adalah sunah yang sangat dianjurkan dan mengikat.
Hal ini juga didukung oleh jawaban Rasulullah SAW ketika ditanya oleh seseorang. Dalam sebuah hadis, beliau bersabda:
خَمْسُ صَلَوَاتٍ فِى الْيَوْمِ وَاللَّيْلَةِ . فَقَالَ هَلْ عَلَىَّ غَيْرُهَا قَالَ لاَ ، إِلاَّ أَنْ تَطَوَّعَ
Artinya:
“’Salat lima waktu sehari semalam.’ Orang itu bertanya lagi, ‘Apakah ada kewajiban (salat) lain?’ Beliau menjawab, ‘Tidak, kecuali engkau mengerjakan salat sunah’,” (HR. Bukhari dan Muslim).
Niat Salat Iduladha
1. Bacaan Niat Sholat Idul Adha Sendirian
اُصَلِّى سُنَّةً لِعِيْدِ اْلأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatan li Idil Adha rak’atayni adā’an lillāhi ta’ālā.
Artinya: “Aku berniat salat sunah Idul Adha dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
2. Bacaan Niat Sholat Idul Adha Berjamaah (Makmum)
أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَــــالَى
Usholli rak’ataini sunnatan ai’idil Adha ma’muman lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku berniat salat sunah Idul Adha dua rakaat menjadi makmum karena Allah ta’ala.”
3. Bacaan Niat Sholat Idul Adha Berjamaah (Imam)
أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا لِلهِ تَعَــــالَى
Usholli rak’ataini sunnatan ai’idil Adha imaman lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku berniat salat sunah Idul Adha dua rakaat menjadi imam karena Allah ta’ala.”
Tata Cara Salat Iduladha
Umumnya, salat Iduladha dikerjakan secara berjamaah. Setelah salat, kemudian khatib menyampaikan khotbah.
Hal ini sama seperti saat akan melaksanakan salat Idulfitri karena sama-sama disebut dengan salat Id.
Hal yang membedakan adalah jumlah takbir dalam salatnya.
Selain itu, jika dibandingkan dengan pelaksanaan salat Jumat, biasanya khotbahnya disampaikan terlebih dulu, setelah itu baru salat Jumat.
Berikut ini adalah tata cara pelaksanaan salat Iduladha, yakni sebagai berikut.
1. Tidak Ada Salat Qobliyah dan Ba’diyah
Tata cara salat Iduladha yang pertama yakni tidak didahului dengan salat sunah qobliyah.
Ini pun tidak pula diakhiri dengan salat sunah ba’diyah. Hal ini sebagaimana keterangan hadis dari Ibnu Abbas RA:
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- خَرَجَ يَوْمَ أَضْحَى أَوْ فِطْرٍ فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ لَمْ يُصَلِّ قَبْلَهَا وَلاَ بَعْدَهَا
Artinya: “Rasulullah SAW keluar pada hari Iduladha atau Idulfitri, lalu beliau mengerjakan salat Id dua rakaat, namun beliau tidak mengerjakan salat qobliyah maupun ba’diyah,” (HR Bukhari dan Muslim).
2. Tidak Ada Adzan dan Tidak Ada Iqomah
Selanjutnya, salat Iduladha tidak didahului dengan azan, tidak pula dengan iqomah seperti pada salat wajib.
Hal ini sebagaimana keterangan dari hadis dari Jabir bin Samurah RA:
صَلَّيْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- الْعِيدَيْنِ غَيْرَ مَرَّةٍ وَلاَ مَرَّتَيْنِ بِغَيْرِ أَذَانٍ وَلاَ إِقَامَةٍ
Artinya: “Aku beberapa kali melaksanakan salat Id bersama Rasulullah SAW, bukan hanya sekali atau dua kali, ketika itu tidak ada azan maupun iqomah,” (HR Bukhari dan Muslim).
3. Rukun Salat Iduladha
Secara praktis, mengutip Bersama Dakwah, ada tata cara dan rukun salat Iduladha yang bisa jadi panduan.
Berikut cara salat Iduladha sesuai rukunnya, yakni sebagai berikut:
- Niat salat (imam dan makmum).
- Takbiratul ihram.
- Takbir lagi (takbir zawa-id) sebanyak 7 kali. Di antara takbir disunahkan membaca zikir memuji Allah.
- Membaca surah Al Fatihah dilanjutkan surah lainnya.
- Rukuk dengan tuma’ninah.
- Iktidal dengan tuma’ninah.
- Sujud dengan tuma’ninah.
- Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah.
- Sujud kedua dengan tuma’ninah.
- Bangkit dari sujud dan bertakbir.
- Takbir zawa-id sebanyak 5 kali. Di antara takbir disunahkan membaca zikir memuji Allah.
- Rukuk dengan tuma’ninah.
- Iktidal dengan tuma’ninah.
- Sujud dengan tuma’ninah.
- Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah.
- Sujud kedua dengan tuma’ninah.
- Duduk tasyahud dengan tuma’ninah.
- Salam.
- Tertib melakukan rukun secara berurutan.
- Setelah selesai melakukan seluruh tata cara salat, biasanya akan ada khotbah dan membahas tentang hukum-hukum kurban dan Iduladha.
4. Membaca Zikir
Singkatnya yang berbeda dari salat lainnya adalah niat dan takbir zawa-id.
Di antara setiap takbir zawa-id, dianjurkan membaca zikir dengan memuji Allah SWT. Di antaranya dengan bacaan:
سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَاَللَّهُ أَكْبَرُ
“Subhanalloh wal hamdulillah wa laa ilaha illalloh wallohu akbar.”
Artinya: “Maha suci Allah, segala pujian bagi-Nya, tidak ada ilah kecuali Allah, Allah Maha Besar.”
Doa Setelah Salat Iduladha
Setelah mengetahui cara salat Iduladha, akhiri dengan membaca kumpulan doa yang perlu diamalkan.
Berikut adalah kumpulan doa yang bisa dibaca setelah melaksanakan salat sunah Iduladha, di antaranya:
1. Istigfar 3 Kali
Sebagian orang membaca istigfar sebanyak 3 kali sebagai doa setelah Iduladha yang berbunyi:
أَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ اَلَّذِي لآ إِلَهَ إِلَّا هُوَ اْلحَيُّ اْلقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ
“Astaghfirullah Hal Adzim Alladzi La ilaha Illa Huwal Hayyul Qoyyumu Wa atubu Ilaihi.”
Artinya: “Aku mohon ampun kepada Allah yang Maha Agung, yang tiada Tuhan selain Dia Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertaubat kepada-Nya.”
2. Doa Keselamatan
Akhiri salat Iduladha dengan membaca doa keselamatan dalam hidup yang berbunyi:
اَللّهُمَّ اَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ تَبَارَكْتَ يَاذَاْلجَلاَلِ وَاْلاِكْرَامِ
“Allahumma antassalam waminkassalam tabarakta Ya Dzaljalali wal ikram.”
Artinya: “Ya Allah, Engkaulah As-Salaam (yang selamat dari kejelekan-kejelekan, kekurangan-kekurangan dan kerusakan-kerusakan) dan dari-Mu as-salaam (keselamatan), Maha Berkah Engkau Wahai Dzat Yang Maha Agung dan Maha Baik,” (HR. Muslim).
3. Kalimat Tauhid
Kalimat tauhid bisa dilafalkan sebagai doa lain setelah melakukan salat Hari Raya Haji, ini berbunyi:
لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ
“Laa ilaha illallah wahda, laa syarika lah, Lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir.”
Artinya:
“Tidak ada Rabb yang berhak disembah kecuali Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan. Bagi-Nya pujaan. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu.”
Sunah Rasulullah di Hari Raya Iduladha
Selain membaca niat dan bacaan salat Iduladha dan melaksanakan ibadahnya, ada sunah lain yang bisa dilakukan.
Ini baik sebelum atau sesudah salat Iduladha. Mengutip Bersama Dakwah, berikut ini daftarnya:
1. Mandi Sebelum Salat Iduladha
Rasulullah SAW biasa mandi terlebih dahulu sebelum berangkat melaksanakan salat Iduladha. Ini seperti hadis berikut ini:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَغْتَسِلُ يَوْمَ الْفِطْرِ وَيَوْمَ الأَضْحَى
Artinya: “Rasulullah SAW biasa mandi pada hari raya Idufitri dan Iduladha.” (HR Ibnu Majah)
2. Memakai Pakaian Terbaik
Setelah mandi, Rasulullah SAW juga mengenakan pakaian terbaik ketika salat Id.
Beliau juga memerintahkan sahabat mengenakan pakaian terbaik mereka. Seperti dijelaskan dalam hadis berikut:
أمرنا رسول الله صلى الله عليه وسلم في العيدين أن نلبس أجود ما نجد ، وأن نتطيب بأجود ما نجد
Artinya: “Pada dua hari raya, Rasulullah SAW memerintahkan kita untuk memakai yang terbaik dari apa yang kita miliki.” (HR Hakim)
3. Memakai Wangi-wangian
Tak hanya memakai pakaian terbaik, disunahkan juga untuk memakai wangi-wangian dan memotong rambut.
Ini pun baik memotong kuku, menghilangkan bau-bau yang tidak enak, untuk memperoleh keutamaan hari Iduladha.
Dalam kitab Al-Majmu’ Syarhul Muhaddzab, terdapat keterangan mengenai amalan sunah ini seperti:
والسنة أن يتنظف بحلق الشعر وتقليم الظفر وقطع الرائحة لانه يوم عيد فسن فيه ما ذكرناه كيوم الجمعة والسنة أن يتطيب
Artinya: “Disunahkan pada hari raya Id membersihkan anggota badan dengan memotong rambut, memotong kuku, menghilangkan bau badan yang tidak enak.
Karena amalan tersebut sebagaimana dilaksanakan pada hari Jumat, dan disunahkan juga memakai wangi-wangian.”
4. Takbiran Saat Menuju Tempat Salat
Bagi Moms dan Dads yang ingin melaksanakan ibadah salat Id, dapat melakukan sunah takbir saat berangkat menuju tempat salat.
Bahkan dianjurkan sejak tanggal 9 Dzulhijjah setelah subuh.
اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَاَللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ
Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, tidak ada ilah kecuali Allah, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala pujian hanya untuk-Nya)”.
5. Berjalan Kaki ke Lokasi Salat Id
Selain itu, disunahkan untuk berjalan kaki baik saat pergi maupun pulang salat Id.
Tidak naik kendaraan kecuali ada hajat, misalnya lokasi yang sangat jauh. Seperti dijelaskan dalam hadis dari Ibnu Umar RA:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَخْرُجُ إِلَى الْعِيدِ مَاشِيًا وَيَرْجِعُ مَاشِيًا
Artinya: “Rasulullah SAW biasa berangkat salat Id dengan berjalan kaki, begitu pula ketika pulang.” (HR Ibnu Majah)
Itu dia, beberapa hal mengenai salat Iduladha beserta sunah lain yang bisa dilakukan sebelum dan setelah melaksanakan salat Id. Semoga ibadah kita diterima Allah SWT. (*)
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News




















Comments 2