Pranala.co, BONTANG – Rumah kayu itu berdiri di ujung Pagung, Kelurahan Bontang Lestari, Kota Bontang. Tidak besar, tapi penuh harapan. Di dalamnya, seorang ibu bernama Samsiar tersenyum lebar. Hari itu, mimpinya akhirnya menyala—secara harfiah.
Selama bertahun-tahun, Samsiar hidup dalam keterbatasan. Untuk urusan listrik, ia bergantung pada sambungan dari rumah tetangga. Setiap bulan, ia membayar Rp 50 ribu untuk sekadar bisa menyalakan lampu dan alat elektronik seadanya. Tapi Jumat (11/7/2025), semuanya berubah.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, datang langsung ke rumah Samsiar. Bukan sekadar kunjungan biasa. Ia menyalakan saklar. Dan seketika, rumah itu terang.
Inilah bagian dari program “Light Up The Dream: Listrik untuk Nyalakan Mimpi” yang digagas PLN Group Kaltimtra.
Sebanyak 100 warga kurang mampu di Bontang menjadi penerima manfaat sambungan listrik gratis berdaya 900 watt. Samsiar salah satunya. Begitu pula Amir, tetangga yang selama ini hidup dalam kondisi serupa.
“Alhamdulillah. Dulu sambung dari tetangga. Sekarang punya listrik sendiri,” ucap Samsiar lirih, matanya berkaca-kaca.
Bagi orang lain, listrik mungkin hal biasa. Tapi bagi Samsiar, ini adalah kemewahan yang baru ia rasakan di usia kepala lima.
Wali Kota Neni, atau yang biasa disapa Bunda Neni, mengaku haru menyaksikan kebahagiaan warganya.
“Ini bukan sekadar soal listrik. Ini tentang keadilan. Tentang harapan yang menyala,” kata Neni.
Ia berharap program ini bisa menjangkau lebih banyak warga, bukan hanya di Bontang, tetapi juga kota-kota lain di Kalimantan Timur. Menurutnya, listrik adalah fondasi dasar untuk hidup layak dan produktif.
Program yang bekerja sama dengan PLN Group ini tidak hanya berhenti pada pemasangan. Tapi juga pada pendampingan, agar masyarakat bisa mengelola energi dengan bijak dan memanfaatkannya untuk kegiatan produktif.
Kini, tak ada lagi malam yang gulita di rumah Samsiar. Tak ada lagi ketergantungan pada kabel sambungan dari rumah sebelah. Yang ada hanya cahaya—dan senyum yang tak putus-putus.
















