Pranala.co, TENGGARONG — Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) dr. Aulia Rahman Basri meresmikan bangunan baru Rumah Sakit Umum Daerah alias RSUD Dayaku Raja yang memiliki akronim “Dasar Pelayananku Kaulah Raja” di Kecamatan Kota Bangun, Rabu (11/3/2026) sore.
Bupati Aulia Rahman Basri berujar RSUD Dayaku Raja menunjukkan perkembangan yang cukup baik dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, pada 2024 rumah sakit tersebut mencatat pendapatan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) sebesar Rp14 miliar, kemudian meningkat menjadi Rp21 miliar pada 2025.
Pemkab Kukar menargetkan pendapatan rumah sakit tersebut dapat terus meningkat hingga mencapai Rp35 miliar dalam beberapa tahun ke depan.
“Harapan kita semua, pada tahun-tahun mendatang rumah sakit ini dapat bertahan dan berkembang ketika pendapatannya sudah mencapai sekitar Rp35 miliar,” ujar Aulia.
Guna mencapai target tersebut, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara akan menyiapkan berbagai strategi guna meningkatkan kualitas pelayanan serta efektivitas pengelolaan rumah sakit.
Bupati Kukar menegaskan bahwa keberadaan gedung baru yang megah harus diimbangi dengan pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat.
Menurutnya, kemegahan bangunan tidak akan memiliki arti jika tidak disertai komitmen tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan terbaik.
“Bangunan yang baik harus diiringi dengan pelayanan standar prima oleh seluruh petugas rumah sakit,” kata Aulia.
Ia meyakini budaya kerja yang telah terbentuk di RSUD Dayaku Raja dapat menjadi modal penting untuk terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat. Meski demikian, Pemkab Kukar masih menghadapi tantangan dalam pemenuhan dokter spesialis.
Bupati menyebutkan bahwa kebutuhan dokter spesialis tidak hanya menjadi persoalan bagi RSUD Dayaku Raja, tetapi juga bagi RSUD Aji Muhammad Idris di Muara Badak.
Pemerintah daerah saat ini tengah menyiapkan sejumlah langkah dan formula kebijakan untuk mengatasi keterbatasan tenaga medis tersebut.
“Kami sudah menyiapkan formulasi agar rumah sakit di Kota Bangun dan Muara Badak tidak lagi kesulitan menghadirkan dokter spesialis,” ujarnya.
Dengan peningkatan fasilitas serta ketersediaan tenaga medis, pemerintah daerah berharap berbagai kasus layanan kesehatan dasar dapat ditangani langsung di RSUD Dayaku Raja.
Langkah ini diharapkan dapat mengurangi kebutuhan rujukan pasien ke rumah sakit di Tenggarong maupun Samarinda. Pemkab Kukar juga berkomitmen melengkapi peralatan medis yang dibutuhkan serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di rumah sakit tersebut.
“Harapan kami, pelayanan kesehatan di Kutai Kartanegara dapat menjadi yang terbaik, khususnya di Kalimantan Timur, bahkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia,” kata Aulia. (RED)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami


















