BONTANG, Pranala.co – Lantai dua Pelabuhan Lok Tuan, Kota Bontang mendadak riuh. Bukan oleh lalu lalang kapal. Tapi oleh gema bola kecil yang memantul cepat dari meja ke meja.
Selama dua hari, dari 24 hingga 25 Mei 2025, pelabuhan itu menjelma menjadi arena pertandingan yang mempertemukan 95 pecinta tenis meja se-Kota Bontang.
Turnamen ini bukan sekadar adu kecepatan reaksi dan ketepatan pukulan. Ini tentang semangat. Tentang bagaimana olahraga bisa tumbuh bahkan dari tempat yang tak biasa. Bertajuk PTM Pelabuhan Cup Seri 1, turnamen ini diinisiasi Persatuan Tenis Meja (PTM) Pelabuhan Lok Tuan — organisasi termuda tapi dengan semangat yang tua.
Mereka tidak mengandalkan sponsor besar. Tidak juga mengandalkan fasilitas mewah. Tapi mereka punya tekad. Dan solidaritas.
Dalam pembukaan, hadir anggota DPRD Bontang, Faisal, yang juga menjabat sebagai penasihat PTM Pelabuhan Lok Tuan. Ia datang membawa lebih dari sekadar sambutan. Ia datang membawa harapan.
“Turnamen ini tidak lahir dari proposal yang diajukan ke sana-sini. Tapi dari urunan dan niat kuat anggota sendiri,” ucapnya di hadapan peserta dan tamu undangan.
Ia berjanji, ini bukan akhir. Bahkan berencana mendorong lahirnya fasilitas permanen untuk olahraga ping pong di Kota Bontang.
Juga hadir Babinkamtibmas Lokt Tuan Aipda Bambang Sumantri dan Babinsa Lok Tuan Serma Yusri. Mewakili keamanan, namun juga sebagai penonton yang turut menyemangati.
Ketua panitia, Ismail, tak mampu ikut bangga. Turnamen perdana ini, katanya, bukan hanya tentang menang atau kalah. Tapi tentang bagaimana olahraga bisa hidup di tengah masyarakat. Meski sederhana, antusiasme yang muncul membesarkan hati.
“Kami mohon maaf jika ada kekurangan. Tapi setiap masukan adalah bahan bakar untuk kami berbenah,” ujar Ismail yang juga menyebut dukungan dari PT Pupuk Kaltim, PT LBB, dan Wakil Ketua DPRD Bontang Siti Yara sebagai bukti bahwa mereka tidak sendiri.
Setiap minggu, kata Ismail, PTM ini rutin menggelar turnamen kecil. Dari urunan, kadang dari sumbangan. Kini, mereka mulai dikenal.
Sekretaris PTMSI Bontang, Mansyah—yang lebih dikenal sebagai Coach Ade—mengaku bangga. Di mata dia, PTM Pelabuhan Loktuan menunjukkan bahwa pembinaan olahraga tak harus menunggu gedung megah atau dana besar.
Ia berharap turnamen ini menjadi awal dari regenerasi atlet. “Kenapa tidak dari sini lahir atlet nasional? Asal rutin dan ada pembinaan,” ucapnya.
Coach Ade juga mendorong PTM-PTM lain mengikuti jejak Loktuan. Tak hanya untuk prestasi. Tapi untuk menjaga silaturahmi para pecinta ping pong di Bontang. [RED]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami



















Comments 1