SUASANA haru dan bangga menyelimuti Ballroom Grand Mutiara Hotel, Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim), Sabtu pagi (11/4/2026). Sebanyak 134 siswa SD IT Yabis menuntaskan pembelajaran Alquran dalam kegiatan khatmul Qur’an yang menjadi penanda penting perjalanan pendidikan mereka.
Di tengah acara tersebut, Penjabat Sekretaris Daerah Bontang, Akhmad Suharto, hadir langsung bersama jajaran pemerintah daerah, perwakilan Kementerian Agama, serta unsur pendidikan. Momentum ini bukan hanya seremoni, melainkan refleksi atas proses panjang pembinaan karakter berbasis nilai keislaman.
Sekda Bontang, Suharto menilai capaian para siswa tidak bisa dipandang sebagai angka semata. Di balik keberhasilan itu, ada proses disiplin, ketekunan, dan bimbingan yang berlangsung secara berkelanjutan.
Dari total peserta, sebanyak 64 siswa mengikuti kategori tartil, 59 siswa tahfiz, dan 11 siswa turjuman. Variasi tersebut menunjukkan pendekatan pembelajaran yang tidak hanya menekankan kemampuan membaca, tetapi juga pemahaman terhadap isi Alquran.
“Ini hasil dari proses panjang yang melibatkan kesabaran dan konsistensi. Anak-anak tidak hanya mampu membaca, tetapi juga memahami dan melafalkan dengan baik,” ujarnya.
Keberhasilan para siswa, menurut Suharto, tidak lepas dari peran besar orang tua dan tenaga pendidik. Ia menegaskan, pendidikan yang efektif lahir dari sinergi antara pembelajaran di sekolah dan pembinaan di lingkungan keluarga.
Dukungan tersebut dinilai menjadi fondasi utama dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat.
Kegiatan ini juga dinilai selaras dengan arah kebijakan Pemkot Bontang dalam membangun sumber daya manusia yang unggul. Melalui program Bontang Pintar, pemerintah berupaya memperluas akses pendidikan, termasuk memberikan bantuan perlengkapan sekolah bagi siswa.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa pembangunan pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan nilai dan karakter.
Di akhir sambutannya, Suharto mengingatkan para siswa bahwa khatam Alquran bukanlah titik akhir, melainkan awal dari perjalanan yang lebih panjang.
Ia mengajak para siswa untuk menjadikan Alquran sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari—tidak hanya dibaca, tetapi juga dipahami dan diamalkan.
“Teruslah membaca, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an. Hormati orang tua, patuhi guru, dan saling menyayangi,” pesannya. [red]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

















