Pranala.co, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur alias Pemprov Kaltim menegaskan pentingnya peran Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) sebagai mitra strategis pemerintah dalam menyebarkan informasi pembangunan. Bukan hanya sebagai penyampai informasi, KIM juga dituntut menjadi penyaring arus informasi digital yang kian deras.
Hal itu disampaikan Sekretaris Diskominfo Kaltim, Edi Hermawanto Noor, saat membuka Rapat Kerja (Raker) dan Seleksi KIM se-Kabupaten/Kota Kalimantan Timur di Hotel Five Premiere, Jumat (3/10).
“KIM tidak hanya menyampaikan informasi, tapi juga menjadi corong aspirasi masyarakat dari bawah ke atas. Di era digital, peran mereka semakin penting sebagai penguat literasi digital agar masyarakat tidak mudah terjebak hoaks maupun ujaran kebencian,” tegas Edi.
Menurutnya, penyelenggaraan pemerintahan daerah diarahkan untuk mempercepat kesejahteraan masyarakat. Caranya melalui pelayanan publik yang lebih baik, pemberdayaan, serta peningkatan daya saing daerah.
Dalam konteks itu, KIM hadir sebagai garda terdepan. Mereka menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Informasi pembangunan bisa tersampaikan dengan jelas, sementara aspirasi warga bisa naik hingga ke tingkat pembuat kebijakan.
Edi menyebut, kegiatan Raker dan Seleksi KIM bukan sekadar formalitas. Tujuannya mendorong lahirnya ide-ide segar sekaligus memacu semangat kompetisi yang sehat.
“Kami berharap muncul KIM-KIM terbaik yang mampu mengelola informasi secara bijak dan bermanfaat. Bukan hanya sekadar menyebarkan, tapi juga mengedukasi masyarakat,” ucapnya.
Selain memperkuat kapasitas, KIM juga didorong untuk memperluas jejaring serta berkolaborasi dengan berbagai pihak, baik pemerintah maupun komunitas lain.
Kalimantan Timur kini menjadi pusat perhatian nasional seiring pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Peran KIM, kata Edi, semakin krusial agar tidak ada kesenjangan informasi di tengah masyarakat.
“KIM harus bisa mengawal dan menyebarluaskan informasi pembangunan IKN maupun program daerah. Dengan begitu, masyarakat mendapat informasi yang benar, bukan kabar simpang siur,” jelasnya.
Edi pun mengajak seluruh KIM di Kaltim untuk terus meningkatkan kapasitas, memperkuat jaringan, serta menjaga kolaborasi.
“Penghargaan atau seleksi ini hanya bonus. Yang utama adalah bagaimana KIM bisa hadir sebagai mitra pemerintah yang kuat sekaligus sahabat masyarakat dalam memperoleh informasi yang sehat,” pungkasnya.
[DIAS/PK]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami

















