Pranala.co, BONTANG – Kota Bontang kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Tahun ini, Bontang meraih penghargaan Kota Paling Berkelanjutan Bidang Infrastruktur pada ajang UI GreenCityMetric 2025.
Penghargaan itu disambut gembira. Namun, Wali Kota Bontang, Neni Moernaeni, menegaskan, prestasi tersebut hanyalah bonus.
“Bagi saya, bukan penghargaan yang paling utama. Yang terpenting adalah bagaimana pelayanan dasar benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Neni, Jumat (3/10).
Menurut Neni, penghargaan memang membanggakan. Tetapi, tantangan terbesar saat ini justru soal anggaran.
Sekira 75 persen pendapatan Kota Bontang masih bergantung pada dana transfer pusat. Pemangkasan dana dari pemerintah pusat membuat pemerintah kota harus berhati-hati dalam menjalankan pembangunan.
“Setiap kali saya bertemu kementerian, saya selalu sampaikan bahwa penghargaan itu baik. Tapi yang lebih penting adalah dukungan nyata, baik berupa anggaran maupun program,” jelasnya.
Usaha komunikasi itu mulai membuahkan hasil. Kementerian Dalam Negeri dikabarkan menyiapkan anggaran khusus bagi daerah berprestasi, termasuk Bontang.
“Ini kabar baik. Artinya, kerja keras kita tidak hanya mendapat pengakuan, tapi juga dukungan langsung untuk pembangunan,” tambah Neni.
Bagi Neni, tujuan utama pemerintah kota bukan sekadar mengoleksi piala atau penghargaan. Lebih dari itu, ia ingin memastikan Bontang menjadi kota yang nyaman, hijau, dan berpihak pada warganya.
“Penghargaan adalah bonus. Yang utama, bagaimana Bontang bisa terus maju dan lebih baik untuk seluruh warganya,” tegas Neni.
[FAHRUL RAZI]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami
















