Bontang, PRANALA.CO – Komitmen PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) dalam mendukung pelestarian ekosistem laut di Kota Bontang kembali menunjukkan keberlanjutannya. Pada Rabu, 23 April 2025, perusahaan ini menyerahkan kapal operasional kepada Kelompok Peduli Terumbu Karang Bontang Kuala (KARAKA), yang menjadi bagian dari program konservasi Taman Laut dan Sarana Media Terumbu Buatan (Kilau Samudera).
Penyerahan kapal dilakukan langsung Pgs VP TJSL Pupuk Kaltim, Lendl Wibisana, di kawasan pemukiman atas laut Bontang Kuala. Kapal ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas kelompok Karaka dalam melakukan rehabilitasi dan pelestarian terumbu karang, yang telah banyak terancam oleh aktivitas penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan.
“Dengan bantuan kapal operasional ini, kami berharap kelompok Karaka dapat memaksimalkan peran mereka dalam menjaga kelestarian terumbu karang di Bontang,” ujar Lendl, menekankan pentingnya kolaborasi antara masyarakat dan perusahaan dalam menjaga ekosistem laut yang berkelanjutan.
Pemberian kapal ini merupakan tindak lanjut dari program pembinaan yang telah dimulai sejak 2023, dimana kelompok Karaka dan Kelompok Kimasea di Kelurahan Loktuan Bontang Utara telah diberdayakan untuk melakukan rehabilitasi terumbu karang. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga ekosistem laut dan menyediakan akses yang lebih baik untuk melaksanakan upaya konservasi.
Kapal operasional ini dirancang untuk mendukung berbagai aktivitas kelompok Karaka, mulai dari pemantauan kondisi terumbu karang, transplantasi terumbu, pembuatan dan pemasangan media terumbu buatan, hingga patroli kawasan konservasi. Semua aktivitas ini membutuhkan akses laut yang memadai, dan kapal menjadi elemen vital untuk mendukung kelancaran tugas tersebut.
Proses pembuatan kapal ini juga melibatkan pengrajin lokal Bontang Kuala, yang dimulai sejak Februari 2025. Hal ini tidak hanya memberi manfaat bagi ekonomi lokal, tetapi juga memastikan bahwa desain kapal sesuai dengan kebutuhan operasional konservasi. Kapal tersebut resmi diturunkan ke laut pada 17 April 2025, menjadi simbol komitmen berkelanjutan dalam menjaga ekosistem pesisir Bontang.
“Dengan melibatkan pengrajin lokal, kami memastikan bahwa kapal yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan medan operasional yang akan dihadapi oleh kelompok Karaka,” tambah Lendl.
Kelompok Karaka, yang telah aktif melakukan berbagai kegiatan konservasi sejak dibina oleh Pupuk Kaltim, mengungkapkan rasa terima kasih atas bantuan kapal tersebut. Yusta, perwakilan dari kelompok Karaka, menyatakan bahwa kapal operasional ini akan sangat membantu dalam memperluas jangkauan kegiatan mereka. Selain pemantauan dan transplantasi terumbu karang, kelompok ini juga aktif dalam mengedukasi masyarakat, terutama generasi muda, tentang pentingnya pelestarian ekosistem laut.
“Adanya kapal operasional ini sangat penting bagi kami, terutama dalam memperluas jangkauan pengawasan perairan dan kegiatan konservasi bersama Karang Taruna dan Pemerintah Kota Bontang,” ujar Yusta.
Dengan komitmen yang terus dijaga oleh Pupuk Kaltim, kelompok Karaka berharap dapat terus melaksanakan konservasi dengan lebih maksimal dan mengajak seluruh masyarakat untuk turut serta dalam gerakan pelestarian laut yang berkelanjutan. Melalui kolaborasi ini, wilayah pesisir Bontang diharapkan tidak hanya menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat sekarang, tetapi juga menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami

















Comments 2